Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tasnim: Tingkat Kerusuhan di Iran Menurun Tajam, Situasi Nasional Berangsur Stabil dan Kondusif

POROS PERLAWANAN — Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa tingkat kerusuhan dan jumlah aksi jalanan di negara tersebut telah menurun signifikan, menjadi kurang dari sepertiga dibandingkan dengan hari-hari awal terjadinya protes.

Dalam laporan nasional yang dirilis Selasa malam 6 Januari, Tasnim menyebut bahwa setelah fase awal protes, situasi sempat memburuk akibat masuknya aktor asing yang mengubah aksi menjadi kekacauan dan gangguan keamanan. Namun, dalam dua hingga tiga hari terakhir, kondisi di berbagai kota dilaporkan berangsur mereda dan bergerak menuju stabilitas.

Tasnim mencatat bahwa meskipun masih terjadi aksi sporadis, jumlah peserta relatif kecil dan didominasi kelompok terbatas yang terorganisasi, tidak populer, serta cenderung menggunakan kekerasan. Secara umum, aktivitas demonstrasi dan kerusuhan dilaporkan turun tajam dibandingkan periode awal.

Seiring meredanya situasi di lapangan, Tasnim melaporkan bahwa sejumlah pejabat Amerika Serikat dan petinggi Israel meningkatkan aktivitas media dan perang psikologis dalam 48 jam terakhir, yang dinilai sebagai upaya mencegah stabilisasi sepenuhnya. Dalam konteks ini, pernyataan dari tokoh-tokoh Amerika dan Israel, termasuk Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, meningkat dalam beberapa jam terakhir.

Tasnim juga melaporkan bahwa meskipun sebagian perusuh disebut menerima dukungan logistik dari pihak asing, upaya kekerasan bersenjata, termasuk rencana pembunuhan, gagal dalam satu hingga dua hari terakhir. Minimnya dukungan masyarakat disebut menjadi faktor utama meredanya eskalasi.

Menurut data hingga Selasa malam, sebanyak 568 anggota pasukan keamanan dan 66 anggota pasukan Basij dilaporkan terluka dalam insiden terkait kerusuhan. Laporan tersebut menyebut bahwa pendekatan pengamanan yang menekankan pemisahan antara warga sipil dan perusuh menyebabkan aparat keamanan menanggung risiko cedera yang cukup besar.

Dari total korban luka di pihak keamanan, dua orang dilaporkan terluka akibat peluru tajam, 152 akibat peluru senapan, dan 11 akibat senjata tajam. Tasnim dalam laporannya menegaskan bahwa data tersebut mencerminkan intensitas kekerasan pada fase awal kerusuhan yang kini dilaporkan menurun secara signifikan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *