Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Bahas Situasi Venezuela bersama Duta Besar
POROS PERLAWANAN — Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Permusyawaratan Islam menggelar pertemuan dengan Duta Besar Venezuela untuk Iran guna membahas perkembangan terbaru di Venezuela, khususnya pascapenculikan Presiden Nicolas Maduro.
Mengutip Kantor Berita Tasnim pada Selasa malam 6 Januari, Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional Parlemen, Ebrahim Rezaei mengatakan pertemuan tersebut dihadiri Duta Besar Venezuela untuk Iran, José Rafael Silva Aponte, yang memaparkan kondisi politik dan keamanan negaranya.
Dalam pertemuan itu, Duta Besar Venezuela menyebut Amerika Serikat berupaya menguasai sumber daya minyak negaranya. Ia juga menyampaikan serangan Amerika Serikat ke Venezuela telah menewaskan sekitar 80 orang. Meski demikian, menurutnya, satu-satunya presiden sah Venezuela tetap Nicolas Maduro.
Rezaei menjelaskan bahwa Duta Besar Venezuela menegaskan sesuai konstitusi negaranya, Wakil Presiden saat ini menjabat sebagai Presiden sementara hingga Maduro kembali. Ia menekankan urusan internal Venezuela tidak berkaitan dengan Amerika Serikat dan sepenuhnya dijalankan berdasarkan konstitusi.
Duta Besar Venezuela juga menyinggung pelantikan parlemen baru. Satu kursi parlemen yang diperuntukkan bagi istri presiden, katanya, akan tetap kosong hingga Maduro kembali. Ia menambahkan mayoritas anggota parlemen Venezuela berasal dari Faksi Revolusioner dan Bolivarian, sementara posisi Presiden tetap dipegang Maduro.
Rezaei menambahkan bahwa Duta Besar Venezuela menyoroti keteguhan rakyatnya dalam menghadapi situasi sulit. Ia mengutip pernyataan mendiang Hugo Chavez pada bulan-bulan terakhir hidupnya yang menggambarkan Maduro sebagai pemimpin setia kepada rakyat dan telah mempersiapkan diri menghadapi kondisi krisis. Meski menghadapi tekanan berat, Venezuela disebut akan mampu melewati masa sulit tersebut.
Dalam kesempatan itu, Duta Besar Venezuela menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Iran, parlemen, Kementerian Luar Negeri, serta Komisi Keamanan Nasional atas solidaritas mereka terhadap rakyat Venezuela. Ia juga menyatakan situasi keamanan dan ketertiban di negaranya telah kembali terjaga.
Rezaei menyebutkan bahwa anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen mengutuk tindakan Amerika Serikat yang dinilai sebagai penculikan terhadap presiden sah Venezuela. Mereka menekankan perlunya pembebasan dan pemulangan segera Nicolas Maduro beserta istrinya, sekaligus menyatakan solidaritas dengan Pemerintah, parlemen, dan rakyat Venezuela.
Setelah pertemuan dengan Duta Besar Venezuela, Komisi juga mendengarkan paparan dari mantan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Venezuela, Soltafani, yang menyampaikan analisis dan laporan mengenai kondisi terkini di negara tersebut.
Rezaei menambahkan bahwa pada akhir rapat Komisi Keamanan Nasional membahas dan meninjau rancangan langkah untuk melawan pengaruh asing. Sejumlah pasal dalam rencana tersebut telah disepakati.
