Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

PM Hongaria: Eropa Harus Memperkuat Militer atau Terancam Runtuh

POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Hongaria memperingatkan bahwa Uni Eropa (UE) harus segera memperkuat kemampuan militernya. Tanpa kekuatan pertahanan yang memadai, Eropa berisiko kehilangan pengaruh dan menghadapi kehancuran politik serta keamanan.

Mengutip Kayhan pada Selasa 6 Januari, peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran sejumlah pemimpin Eropa terhadap masa depan keamanan kawasan, terutama setelah memburuknya hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat dalam satu tahun terakhir.

Perdana Menteri Hongaria, Donald Tusk menegaskan bahwa Eropa yang lemah dan terpecah tidak akan dihormati, baik oleh musuh maupun sekutu. Dalam pernyataannya di media sosial, ia menyebut bahwa kondisi tersebut sudah terlihat saat ini. Menurutnya, Eropa harus mempercayai kekuatannya sendiri, terus mempersenjatai diri, dan menjaga persatuan secara lebih solid. Ia memperingatkan bahwa kegagalan melakukan hal tersebut akan membawa konsekuensi fatal bagi Uni Eropa.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan transatlantik sejak pelantikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sejumlah analis menilai hubungan Eropa–Amerika Serikat memasuki fase pemisahan bertahap akibat perbedaan kepentingan strategis, politik, dan ekonomi.

Kebijakan luar negeri Pemerintahan Trump yang dinilai tidak dapat diprediksi, termasuk ancaman untuk keluar dari NATO serta tekanan terhadap negara-negara Eropa agar meningkatkan belanja militer, telah mendorong Uni Eropa mempertanyakan ketergantungannya pada Amerika Serikat dalam urusan keamanan. Dalam konteks ini, konsep “otonomi strategis Eropa” mulai bergeser dari wacana teoretis ke tahap perencanaan konkret.

Perang di Ukraina turut memperlebar perbedaan pandangan. Negara-negara Eropa khawatir konflik tersebut memicu ketidakstabilan berkepanjangan, sementara kebijakan Washington dinilai lebih menekankan pendekatan transaksional, pengendalian biaya, dan pembukaan jalur komunikasi dengan Rusia.

Ketegangan juga merambah sektor ekonomi. Perang dagang, kebijakan tarif, dorongan Amerika Serikat agar Eropa mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, serta undang-undang proteksionis yang menarik investasi industri Eropa ke Amerika, telah menimbulkan ketidakpuasan di Brussel. Di sisi lain, krisis energi pascaperang Ukraina membuat Eropa semakin bergantung pada gas alam cair dari Amerika Serikat.

Dalam konteks tersebut, Perdana Menteri Hongaria telah merencanakan anggaran Militer sebesar 4,7 persen dari produk domestik bruto pada tahun ini, tertinggi dalam sejarah negaranya. Meski demikian, ia tidak merinci secara spesifik ancaman langsung yang mendorong perlunya percepatan persenjataan di Eropa.

Sebelumnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron juga menyerukan pembentukan Militer Eropa yang kuat dan mandiri guna menjamin keamanan Uni Eropa, terlepas dari dukungan Amerika Serikat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *