Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Media Israel: Washington Khawatirkan Skala Respons Iran atas Serangan Apa Pun

POROS PERLAWANAN — Media Israel mengindikasikan perubahan sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait rencana serangan terhadap Iran dipicu kekhawatiran serius di Pentagon mengenai skala respons Teheran dan keterbatasan kesiapan Militer AS. Kekhawatiran tersebut muncul di tengah peringatan akan dampak buruk eskalasi konflik.

Mengutip Al Mayadeen pada Minggu 18 Januari, media Israel menilai pembatalan opsi serangan terjadi meski sebelumnya terdapat ancaman dan laporan yang menyebut serangan militer akan segera dilakukan.

Dalam konteks ini, Radio Angkatan Darat Israel menyebut para pejabat Pentagon khawatir jumlah dan kesiapan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah tidak memadai untuk menghadapi respons besar-besaran Iran yang diperkirakan akan terjadi.

Situs berita Israel, The Times of Israel menyatakan dilema yang dihadapi Trump bukan perkara sederhana. Trump disebut semula meyakini dapat melancarkan serangan telak terhadap Iran, namun kemudian menerima peringatan bahwa langkah tersebut berpotensi memicu pertempuran luas, bahkan perang skala penuh.

Julukan “TACO” dan Kebingungan Trump

Media Israel turut menyoroti munculnya julukan sarkastik “TACO” (Trump Always Chickens Out) di kalangan politik dan media Barat untuk Presiden AS, Donald Trump. Istilah ini merujuk pada pola kemunduran dan kebingungan yang dinilai berulang setiap kali Trump menghadapi tekanan nyata.

Para pengkritiknya menilai perilaku tersebut bukan lagi sekadar kesalahan sesaat, melainkan mencerminkan kegagalan memahami kompleksitas krisis dan konsekuensi strategis dari setiap eskalasi. Julukan “TACO” pun dianggap mencerminkan persepsi publik atas inkonsistensi kebijakan Trump dalam menghadapi isu-isu keamanan dan konflik internasional.

Dalam upaya membingkai pembatalan serangan sebagai keberhasilan, Trump melalui Utusannya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, disebut mencoba mengaitkannya dengan apa yang ia sebut sebagai “penangguhan beberapa eksekusi dan penurunan pembunuhan di Iran”.

Namun, narasi tersebut dinilai media Israel sebagai pembacaan realitas yang dangkal dan menyesatkan, serta tidak mencerminkan keseimbangan kekuatan sebenarnya di Kawasan.

Keseimbangan Daya Cegah Iran

Di tengah tekanan eksternal, Iran dilaporkan berhasil menggagalkan upaya destabilisasi dari dalam melalui operasi keamanan luas yang menargetkan penyabot dan agen yang diduga menerima perintah dari pihak asing. Langkah tersebut disertai demonstrasi jutaan warga yang menunjukkan soliditas front domestik Iran.

Dari sisi teknologi, Teheran juga diklaim berhasil menurunkan efektivitas sistem komunikasi satelit yang digunakan lawan-lawannya, termasuk jaringan Starlink milik SpaceX, yang disebut menjadi bagian dari dukungan intelijen dan teknis Amerika Serikat.

Sejalan dengan itu, pernyataan resmi Iran menegaskan negara tersebut berada dalam kondisi siaga militer penuh. Teheran memperingatkan setiap serangan akan dibalas dengan respons luas tanpa batas, termasuk dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Kawasan dan Wilayah Palestina yang Diduduki. Peringatan ini dinilai memperkuat persepsi pihak lawan mengenai tingginya biaya eskalasi dan risiko konflik yang sulit dikendalikan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *