Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah: Serangan ke Iran Bakal Picu Letusan ‘Gunung Berapi’ di Kawasan

Hizbullah: Serangan ke Iran Bakal Picu Letusan ‘Gunung Berapi’ di Kawasan

POROS PERLAWANAN – Pejabat Hizbullah yang bertanggung jawab atas urusan sumber daya dan perbatasan, Nawaf al-Musawi mengatakan bahwa sejak kemenangan Revolusi Islam di Iran, AS telah berusaha untuk menggulingkan Pemerintahan negara tersebut.

Dilansir Fars, al-Musawi mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa ketika Iran mandiri dalam pengambilan keputusannya, negara itu menjadi sasaran serangan dari Barat.

“AS ingin menyingkirkan kami dan telah memanfaatkan kapasitas masyarakat Israel untuk menanggung biaya berdarah untuk hal ini.”

Pejabat Hizbullah tersebut menyatakan bahwa AS ingin mencapai kesepakatan dengan Iran atau menyerangnya. Ia menambahkan bahwa meskipun AS mampu menyerang Iran, mustahil Negeri Mullah akan runtuh. Oleh karena itu, yang mencegah Pemerintah AS menyerang adalah ketidakmampuannya menjawab pertanyaan: “Apa yang bakal terjadi setelah serangan?”

Al-Musawi menekankan bahwa AS “memenggal Pemerintahan” di Venezuela dan menahan Presidennya, Maduro, namun institusi-institusi negara itu tetap utuh tak tersentuh.

Dia menyatakan bahwa serangan militer AS terhadap Iran mungkin terjadi akibat kesalahan perhitungan, tetapi hal ini akan memicu letusan ‘gunung berapi’ di Kawasan.

Menurutnya, sumber-sumber terpercaya mengonfirmasi bahwa China telah memberikan dukungan kepada Iran, yang memungkinkan Tehran untuk secara efektif menanggapi serangan apa pun.

Menanggapi reaksi di Lebanon terhadap pernyataan terbaru Syekh Naim Qasim, al-Musawi mengatakan bahwa Sekjen Hizbullah itu menggambarkan skenario ketika pembunuhan seorang pemimpin agama akan memiliki konsekuensi yang berat.

Dia menekankan bahwa Pemerintahan AS dan Israel tidak akan bisa memisahkan berbagai front di Kawasan.

Sembari menyebut bahwa Lebanon berada di bawah pendudukan AS, petinggi Hizbullah tersebut mengatakan bahwa pasukan AS sedang membongkar muatan peralatan militer di Bandara Internasional Beirut, yang merupakan pelanggaran terhadap undang-undang penerbangan sipil.

“Kita, dalam segala arti, berada di bawah pendudukan AS, dan kenyataan ini tidak terbatas pada Lebanon. Kita termasuk dalam aliran pemikiran yang mengatakan bahwa semakin kita tunduk pada pendudukan, semakin mereka akan meningkatkan penindasan dan tirani mereka.”

Menanggapi kemungkinan Hizbullah ikut campur jika AS menyerang Iran, ia mengatakan:,“Ketika kita sampai di jembatan, kita akan menyeberanginya (kiasan bahwa tiap topik mesti dibicarakan sesuai waktu dan tempatnya).”

“Kami tidak memicu perang terbuka di Lebanon. Syahid Sayyid Hasan Nasrallah mengelola pertempuran dukungan (untuk Gaza) dengan presisi tinggi dan secara bertahap.”

Al-Musawi mengatakan kepada al-Mayadeen bahwa perlawanan Eropa terhadap tuntutan Trump terkait Greenland, serta konfrontasi China dengan tarif AS, telah memaksa Paman Sam untuk mundur.

Ia menegaskan, Pendudukan Israel hanya dapat ditangkal melalui kekuatan militer, yang merupakan tanggung jawab Militer Lebanon, ia bertanya: mengapa tidak ada yang mempertanyakan penolakan Israel untuk mengizinkan Militer Lebanon beroperasi secara defensif di desa-desa garis depan?

Al-Musawi menekankan bahwa Militer Lebanon tidak menguasai wilayah Selatan Litani. Menurutnya. pernyataan pejabat Pemerintah tentang berakhirnya fase pertama gencatan senjata bertentangan dengan kenyataan. Dia menambahkan, gagasan untuk melucuti senjata Hizbullah di selatan bukanlah hal baru dan telah diangkat setelah perang 2006.

“Pertama-tama, kami adalah Perlawanan, dan setelah itu, adalah partai politik. Partai ini berupaya melayani Perlawanan.”

“Kami berharap Pemerintah Lebanon berhasil memperkuat kemampuannya.”

Pejabat Hizbullah tersebut menekankan, anggaran Lebanon saat ini tidak menyebutkan masalah mempersenjatai Militer dalam satu pun pasal-pasalnya.

Dia mengatakan bahwa gudang-gudang yang diakses oleh Militer Lebanon di selatan Sungai Litani berisi kotak-kotak rudal Kornet. Atas permintaan AS, Pemerintah Lebanon meminta senjata-senjata itu diserahkan, tetapi permintaan tersebut ditolak. Al-Musawi menekankan bahwa apa yang tidak dicapai oleh Pendudukan Israel di medan perang, mereka serahkan kepada Militer Lebanon untuk dicapai melalui jalur politik.

“Kami baru-baru ini menyaksikan minat dari negara-negara Arab dan Barat untuk menjalin hubungan reguler dengan Hizbullah; pihak-pihak yang sebelum ini, kami tidak pernah berbicara dengan mereka. Situasi dengan Arab Saudi memakan waktu lebih lama, tetapi kami tidak menemui reaksi negatif. Qatar juga menunjukkan antusiasme terkait isu Lebanon dan telah memainkan peran konstruktif dalam upaya untuk mengakhiri isolasi Gaza.”

“Parlemen Lebanon telah menetapkan kerangka hukum untuk rekonstruksi. Kami bersama Gerakan Amal telah melakukan tinjauan komprehensif dan merumuskan mekanisme implementasi untuk penyaluran bantuan. Presiden Aoun juga telah menyatakan antusiasmenya terhadap proyek rekonstruksi, dan kami berharap Perdana Menteri akan menyetujui Pasal 23 terkait berkas ini.”

“Konferensi internasional diperlukan untuk rekonstruksi Lebanon, dan beberapa negara seperti Aljazair, Qatar, dan mungkin Arab Saudi, menyatakan siap,” tandasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *