Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC Tanggapi Uni Eropa: Sejumlah Negara Eropa Disebut Jadi ‘Lahan Subur’ Terorisme

POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sejumlah negara Eropa telah menjadi “lahan subur” dan tempat perlindungan utama bagi berbagai kelompok teroris, termasuk organisasi yang mereka sebut “kaum munafik” (MKO), ISIS, serta gerakan separatis.

Pernyataan itu disampaikan menyusul langkah Uni Eropa yang memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris. IRGC menilai pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan intervensionis Amerika Serikat serta mengabaikan peran aktor-aktor yang mereka nilai menjadi sumber destabilisasi dan penyebab krisis Kawasan.

Mengutip Kantor Berita Mehr pada Minggu 1 Februari, IRGC menyebut kebijakan Uni Eropa tidak hanya tidak berkontribusi terhadap perdamaian dan keamanan regional, tetapi juga memperkuat pendekatan konfrontatif sehingga mempersulit jalur interaksi dan kerja sama konstruktif.

IRGC juga menyampaikan apresiasi atas dukungan luas serta sikap yang mereka nilai bijaksana dari para pejabat, lembaga, dan berbagai segmen masyarakat Iran. Mereka menilai solidaritas itu mencerminkan pemahaman bangsa Iran mengenai “modal sosial” sistem dan peran lembaga-lembaga keamanan pada titik kritis sejarah.

Dalam pernyataan lengkapnya, IRGC memuat sejumlah poin utama:

Pertama, IRGC menyebut keputusan Uni Eropa sebagai langkah “tidak sah” yang dinilai tidak memiliki validitas hukum dan politik, serta bertentangan dengan prinsip dan logika hubungan internasional. IRGC menilai keputusan itu tidak mengganggu tekad maupun misi mereka, melainkan memperkuat kohesi internal dan tekad nasional melindungi kepentingan serta keamanan negara.

Kedua, IRGC menilai pendekatan Uni Eropa merupakan keselarasan yang jelas dengan kebijakan intervensionis Amerika Serikat, sekaligus pengabaian terhadap peran destabilisasi aktor-aktor penyebab krisis regional, terutama “Rezim Zionis” yang brutal dan teroris. IRGC menyatakan langkah Uni Eropa tidak mendukung perdamaian Kawasan dan justru memperumit kerja sama konstruktif.

Ketiga, IRGC menegaskan perannya sebagai “perisai pertahanan” dan pendukung bangsa Iran selama beberapa dekade terakhir, termasuk dalam menjaga kemerdekaan, keamanan, dan integritas wilayah negara, serta dalam kegiatan penghapusan kemiskinan dan penyediaan layanan publik. IRGC mempertanyakan dasar negara-negara Uni Eropa yang menilai konfrontasi terhadap kelompok separatis dan MKO, yang telah membunuh 18.000 warga Iran, dan juga perlawanan terhadap ISIS, sebagai terorisme.

IRGC juga mempertanyakan alasan kegiatan mereka selama perang yang disebut “dipaksakan” delapan tahun dan 12 hari bisa digolongkan sebagai terorisme. Selain itu, IRGC menyebut aktivitas pembangunan dan sosial seperti bantuan bencana banjir, gempa, wabah penyakit, pengembangan sains dan teknologi, serta pembangunan jalan, jembatan, bendungan, pembangkit listrik, sekolah, dan kegiatan sosial lain tidak selayaknya disebut tindakan teror.

Keempat, IRGC menyatakan realitas di lapangan menunjukkan sejumlah negara Eropa telah menjadi tempat utama berkembangnya dan berlindungnya kelompok teroris, termasuk MKO, ISIS, serta gerakan separatis. IRGC menyebut bahwa negara-negara tersebut menyediakan berbagai bentuk persenjataan, dukungan media, dan dukungan logistik.

IRGC menyebut opini publik dunia seharusnya menuntut negara-negara Eropa mengutuk apa yang mereka sebut kejahatan Rezim Israel di Gaza, termasuk penghancuran infrastruktur vital seperti rumah sakit, sekolah, jaringan air dan listrik. Dalam pernyataannya, IRGC juga menyebut korban lebih dari 70.000 orang serta sekitar 170.000 orang terluka dari kalangan anak-anak, perempuan, dan warga Gaza.

Kelima, IRGC menyampaikan terima kasih kepada berbagai unsur di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, pimpinan tiga lembaga negara, Majelis Pakar, Dewan Penentu Kebijakan, Dewan Penjaga, Pejabat Pemerintah, Anggota Parlemen, Imam Jumat, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Staf Umum Angkatan Bersenjata, Militer Iran, Komando Keamanan, para Komandan dan Unit Angkatan Bersenjata, Lembaga Penyiaran Negara (IRIB), serta kementerian dan lembaga lain, termasuk Kementerian Intelijen, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Luar Negeri. IRGC menilai dukungan itu menunjukkan kohesi nasional dalam menghadapi tekanan asing.

Keenam, IRGC menutup pernyataan dengan ungkapan selamat atas peringatan kelahiran Imam Zaman Al-Mahdi penyelamat alam, serta “Dekade Fajr” (peringatan kemenangan Revolusi Islam). IRGC menegaskan tidak akan mengurangi upaya dalam menjalankan misi membela Tanah Air Islam dan menjaga keamanan, perdamaian, serta martabat rakyat Iran, di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Pernyataan tersebut ditandatangani Korps Garda Revolusi Islam dengan tanggal 11 Bahman 1404 kalender Iran (1 Februari 2026).

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *