Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

CIA Rilis Video Berbahasa Mandarin, Target Rekrut Perwira Militer Tiongkok

POROS PERLAWANAN — Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) merilis video berbahasa Mandarin yang secara terbuka menargetkan perekrutan perwira Militer Tiongkok. Langkah ini menegaskan eskalasi operasi intelijen Washington di tengah persaingan strategis dengan Beijing.

Laporan CBS News pada Kamis 12 Februari menyebut video tersebut menampilkan sosok perwira menengah fiktif di Militer Tiongkok. Tokoh digambarkan menghadapi praktik kepemimpinan korup dan sistem promosi yang sarat loyalitas politik, lalu memilih menghubungi CIA.

Video menjadi bagian dari operasi perekrutan yang secara khusus diarahkan ke China, negara yang oleh Direktur CIA, John Ratcliffe diposisikan sebagai prioritas utama intelijen AS. Persaingan kedua negara berlangsung panjang dan menyentuh sektor militer, teknologi, hingga ekonomi.

Dalam alur film pendek, tokoh utama menyaksikan perwira profesional disingkirkan dan digantikan figur tanpa kredensial militer yang kuat. Kekhawatiran terhadap korupsi dan arah organisasi mendorong keputusan untuk mencari jalur komunikasi dengan CIA.

Seorang pejabat CIA menilai konflik batin tokoh mencerminkan pengalaman sebagian personel Militer Tiongkok. Narasi dibangun untuk menyentuh kelompok yang merasa sistem tidak lagi memberi ruang bagi profesionalisme dan integritas.

Konten juga menyoroti jurang sosial di China, terutama antara elite berpengaruh dan warga yang menginginkan masa depan negara lebih stabil. Kampanye ini, menurut pejabat CIA, tidak ditujukan pada Presiden Xi Jinping secara personal, melainkan pada individu di dalam sistem yang merasa tidak berdaya terhadap arah kebijakan negara.

Ratcliffe dalam pernyataan resmi menegaskan rencana perluasan kampanye. Video berbahasa Mandarin sebelumnya disebut menjangkau jutaan penonton dan memicu respons baru dari warga China yang mencari cara memperbaiki kondisi hidup dan masa depan negara.

CIA mengeklaim peningkatan jumlah individu yang menawarkan informasi melalui kanal digital rahasia. Situs resmi lembaga itu disebut menjadi pintu masuk bagi calon sumber dari dalam China.

Video terbaru tetap memuat panduan keamanan operasional. Bagian akhir menampilkan instruksi dalam bahasa Mandarin tentang cara menghubungi CIA secara aman.

Meski sebagian besar platform media sosial Barat diblokir di China, CIA meyakini distribusi konten masih dapat menembus pembatasan. Seorang pejabat menyebut sistem sensor digital Beijing belum sepenuhnya rapat.

Amerika Serikat selama bertahun-tahun menempatkan China sebagai tantangan strategis utama. Ratcliffe menekankan pentingnya keunggulan intelijen dalam menghadapi kompetisi global dengan Beijing.

Kampanye perekrutan terbuka ini menandai pergeseran pendekatan CIA. Propaganda kini dikemas lewat video sinematik dan distribusi digital, menargetkan audiens di negara pesaing seperti Rusia, Iran, dan China. Strategi tersebut memperlihatkan penggunaan ruang informasi sebagai arena baru operasi intelijen modern.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *