Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Anggota Kongres AS: Tak Ada Alasan Kuat untuk Perang dengan Iran

Analis AS: Rakyat Iran Siap Hadapi Perang Potensial

POROS PERLAWANAN — Anggota senior Kongres Amerika Serikat menyatakan Pemerintahan Presiden Donald Trump tidak menyampaikan dasar kuat untuk melancarkan perang terhadap Iran. Pernyataan itu muncul setelah pengarahan tertutup yang digelar pejabat tinggi keamanan nasional kepada pimpinan parlemen.

Mengutip Kayhan pada Kamis 26 Februari, pengarahan rahasia tersebut dihadiri Menteri Luar Negeri, Marco Rubio dan Direktur CIA, John Ratcliffe. Forum itu ditujukan bagi kelompok pemimpin bipartisan Kongres yang dikenal sebagai “Gang of Eight”, termasuk Chuck Schumer, Mike Johnson, Hakeem Jeffries, dan Jim Himes. Agenda pertemuan membahas alasan dan urgensi kemungkinan serangan militer terhadap Iran.

Seusai pertemuan, Jim Himes yang merupakan anggota Komite Intelijen DPR menyampaikan kritik terbuka kepada wartawan.

“Kita tidak memiliki satu pun alasan untuk perang baru,” ujarnya. “Menteri Luar Negeri dan Direktur CIA tidak dapat menemukan satu pun alasan mengapa Amerika Serikat harus menyerang Iran.”

Himes menilai penjelasan yang disampaikan dalam forum tertutup belum memberikan justifikasi strategis yang jelas. “Saya sangat khawatir. Marco Rubio dan John Ratcliffe tidak memberikan alasan yang meyakinkan untuk memulai perang baru di Timur Tengah,” katanya.

Kekhawatiran atas Dampak Politik dan Strategis

Himes juga mengingatkan rekam jejak konflik Amerika di Kawasan. “Perang di Timur Tengah tidak berakhir baik bagi para presiden, maupun bagi Amerika sendiri,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa Kongres belum menerima argumen kuat yang menunjukkan urgensi tindakan militer saat ini.

Menurut Himes, pengalaman perang sebelumnya membawa konsekuensi besar, baik dari sisi politik domestik maupun biaya strategis. “Kita belum mendengar alasan yang baik dan jelas mengapa sekarang waktu yang tepat untuk memulai perang lagi,” katanya.

Perdebatan di Washington

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring sanksi tambahan, isu program nuklir, serta dinamika keamanan regional. Pemerintahan Trump menegaskan komitmen melindungi kepentingan nasional dan sekutu di Timur Tengah.

Namun di Kongres, wacana penggunaan kekuatan militer kembali memicu perdebatan. Sejumlah legislator meminta transparansi penuh atas dasar hukum dan intelijen sebelum keputusan strategis diambil.

Pengarahan kepada “Gang of Eight” biasanya dilakukan ketika isu menyangkut keamanan nasional tingkat tinggi. Meski bersifat rahasia, komentar anggota Kongres menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan internal mengenai arah kebijakan terhadap Iran.

Perdebatan tersebut mencerminkan dilema klasik kebijakan luar negeri Amerika: antara pencegahan ancaman dan risiko terjerumus dalam konflik berkepanjangan. Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait opsi militer.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *