Loading

Ketik untuk mencari

Iran

‘Labbaik Ya Khamenei’: IRGC Hujani Tel Aviv dengan Rudal dalam Gelombang ke-33 Operasi Janji Sejati 4

POROS PERLAWANAN — Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin 9 Maret mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-33 Operasi Janji Sejati 4, yang dilancarkan dengan slogan “Labbaik Ya Khamenei” dan menargetkan sejumlah sasaran Amerika Serikat serta Israel. Selat Hormuz dan kawasan Teluk dalam beberapa pekan terakhir menjadi pusat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dilansir Al Mayadeen, IRGC menyebut bahwa serangan tersebut menggunakan sejumlah besar rudal berbahan bakar padat jenis Kheibar Shekan yang dilengkapi hulu ledak seberat sekitar satu ton.

Menurut keterangan tersebut, lebih dari 10 rudal tipe ini menghantam Tel Aviv, yang disebut sebagai pusat Wilayah Palestina yang Diduduki.

IRGC juga mengungkapkan bahwa serangan tersebut turut menargetkan Pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat, dengan seluruh rudal Kheibar Shekan diklaim mengenai target yang telah ditentukan secara presisi.

“Meski Militer Zionis memberlakukan sensor ketat, sejumlah gambar ledakan dan rekaman rudal yang berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome mulai beredar di ruang maya,” demikian pernyataan IRGC.

Garda Revolusi menegaskan: “Kami tidak akan membiarkan kalian hidup tenang.”

Pusat Komunikasi Satelit Israel Hancur

Dalam perkembangan lain, hubungan masyarakat IRGC menyatakan bahwa pusat komunikasi satelit “Sdot Micha” di selatan Tel Aviv telah dihancurkan sepenuhnya dalam serangan tersebut.

Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu pusat komunikasi strategis Israel yang berkaitan dengan sistem komando dan kontrol militer.

Gelombang 31 dan 32 Telah Diluncurkan Sebelumnya

Sebelumnya, IRGC telah meluncurkan gelombang ke-31 Operasi Janji Sejati 4 menggunakan rudal berat, yang disebut sebagai persembahan kepada Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran, Sayyid Mujtaba Khamenei, yang dipilih oleh Majelis Khubregan (Majelis Ahli Kepemimpinan).

IRGC juga mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-32 dengan slogan yang sama, “Labbaik Ya Khamenei”, yang menargetkan Wilayah utara dan tengah Palestina yang Diduduki menggunakan rudal Qadr dan Khorramshahr.

Dalam pernyataannya, IRGC memperingatkan: “Situasi yang memburuk dan perpindahan terus-menerus dari satu sirene peringatan ke sirene lainnya tidak akan dilupakan. Hujan api akan terus turun di atas kepala kalian.”

Kekacauan di Bandara Ben Gurion

IRGC juga menyebut bahwa bentrokan yang terjadi di antara warga Israel saat mencoba melarikan diri dari Bandara Ben Gurion mencerminkan kondisi krisis yang sedang dihadapi Israel.

“Peristiwa tersebut menunjukkan realitas tragis yang dialami entitas ini,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

IRGC menambahkan: “Lingkaran pengepungan akan semakin menyempit dari waktu ke waktu.”

Drone MQ-9 dan Pesawat Pengintai Israel Ditembak Jatuh

IRGC juga mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh dua drone MQ-9 milik pihak penyerang di wilayah Bushehr di selatan Iran, serta satu drone lainnya di wilayah udara Teheran.

Selain itu, sebuah drone pengintai canggih tipe Orbiter-4 milik Israel–Amerika juga dihancurkan di langit Isfahan.

Iran Ancam Gunakan Rudal dengan Hulu Ledak Lebih Besar

Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi menyatakan bahwa mulai sekarang tidak ada lagi rudal yang akan diluncurkan dengan hulu ledak kurang dari satu ton.

Mousavi menegaskan kepadatan serangan rudal akan meningkat dan cakupan operasi akan semakin luas. “Mulai saat ini kepadatan serangan rudal akan meningkat, gelombang serangan akan bertambah, dan cakupan operasinya akan semakin luas,” ujarnya.

Serangan Balasan terhadap Agresi AS–Israel

Serangan-serangan ini disebut sebagai respons Iran terhadap agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Teheran menyebut operasi tersebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kawasan, kepentingan strategis Washington, serta fasilitas sensitif di Wilayah Palestina yang Diduduki.

IRGC juga menyebut bahwa serangan Iran telah merusak sebagian besar radar sistem pertahanan udara Amerika “THAAD” di Kawasan, sehingga mengurangi efektivitas sistem peringatan dini terhadap rudal Iran yang menuju wilayah Israel.

Selain itu, sejumlah pangkalan strategis Angkatan Laut dan Udara Amerika Serikat di kawasan Teluk juga disebut menjadi sasaran serangan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *