Erdogan kepada Iran: Turki Tolak Intervensi, Siap Redakan Ketegangan Kawasan
POROS PERLAWANAN — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menegaskan penolakan terhadap setiap bentuk intervensi dalam urusan Iran serta menyatakan kesiapan Ankara membantu meredakan ketegangan regional. Sikap tersebut muncul dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian pada Selasa 10 Maret, di tengah meningkatnya eskalasi konflik Kawasan.
Laporan Al Mayadeen menyebut percakapan kedua pemimpin membahas perkembangan terbaru di Asia Barat serta dampak konflik terhadap stabilitas regional.
Erdogan memperingatkan risiko besar dari keterlibatan dalam konflik baru di Kawasan.
“Dampak dari keterlibatan dalam petualangan baru tidak hanya ditanggung pihak yang bertikai, tetapi juga Kawasan dan seluruh dunia, termasuk Eropa dan Asia,” ujar Erdogan.
Presiden Turki tersebut juga mendorong penghentian perang secepat mungkin guna mencegah perluasan konflik.
Ankara Tegaskan Penolakan Intervensi
Erdogan menegaskan upaya Pemerintah Turki untuk menurunkan ketegangan Kawasan sekaligus menolak setiap bentuk campur tangan terhadap Iran. Langkah intervensi dinilai tidak dapat diterima.
Ketegangan antarnegara Kawasan dinilai tidak memberi keuntungan bagi negara tetangga maupun Iran dalam jangka panjang.
Erdogan juga menegaskan Turki tidak memiliki rencana konfrontasi terhadap Iran dalam bentuk apa pun. Ankara memahami situasi sulit yang dihadapi Teheran serta menyatakan kesiapan berkontribusi dalam upaya meredakan ketegangan.
“Pada tahap ini kebutuhan membuka pintu diplomasi menjadi lebih penting dibanding waktu sebelumnya,” kata Erdogan.
Erdogan Sampaikan Belasungkawa
Dalam percakapan tersebut, Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Iran atas syahidnya Pemimpin umat, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Solidaritas juga disampaikan terhadap korban sipil, terutama anak-anak di Sekolah Minab.
Erdogan juga menyampaikan harapan keberhasilan kepada Sayyid Mujtaba Khamenei setelah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Revolusi dan Republik Islam Iran.
Pezeshkian: Iran Siap Turunkan Ketegangan
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyoroti upaya Israel dan Pemerintahan Amerika Serikat yang dinilai berusaha memecah hubungan Iran dengan negara tetangga.
Pezeshkian juga menanggapi tuduhan media yang berafiliasi dengan kedua pihak tersebut terkait serangan rudal Iran ke wilayah Turki.
Iran menegaskan kesiapan menurunkan ketegangan Kawasan. Namun syarat utama mencakup larangan penggunaan wilayah udara, darat, dan perairan negara tetangga sebagai lokasi peluncuran serangan terhadap rakyat Iran.
Dampak Konflik Dibahas
Percakapan telepon tersebut juga menyoroti dampak konflik terhadap kawasan Asia Barat dan dunia, terutama sektor ekonomi dan perdagangan.
Beberapa hari sebelumnya muncul tuduhan keterlibatan Iran dalam serangan udara di wilayah Nakhchivan, Azerbaijan. Teheran membantah tuduhan tersebut serta membuka penyelidikan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menilai serangan semacam itu berpotensi berkaitan dengan upaya Israel untuk mengalihkan opini publik serta merusak hubungan Iran dengan negara tetangga.
