Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Menteri Iran Kecam Serangan AS-Israel ke Universitas, Akademisi Ikut Jadi Sasaran

POROS PERLAWANAN — Menteri Sains, Riset, dan Teknologi Iran, Ali Simayi Sarraf, bersama Menteri Kesehatan Mohammad-Reza Zafar-Qandi mengecam serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menyasar universitas-universitas di Iran.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin 30 Maret, kedua menteri menilai serangan tersebut sebagai bagian dari agresi berkelanjutan yang menargetkan institusi pendidikan dan fasilitas medis akademik di Iran.

Mengutip Press TV, pernyataan itu merinci sejumlah insiden, termasuk serangan terhadap Fakultas Farmasi Universitas Shiraz pada 14 Maret, serta serangan lain di Universitas Teknologi Isfahan sekitar sepuluh hari kemudian.

Serangan juga dilaporkan mengenai Kampus Sains dan Teknologi dan Rumah Sakit Hewan Spesialis Universitas Urmia, serta satu insiden di Universitas Sains dan Teknologi Teheran.

“Ini hanyalah sebagian dari tindakan tercela yang dilakukan oleh agresor Amerika dan Israel terhadap kawasan suci universitas-universitas Iran.”

Pernyataan tersebut menegaskan sasaran serangan tidak terbatas pada infrastruktur.

“Selain menargetkan fasilitas universitas dan pusat medis pendidikan, tokoh akademisi juga menjadi sasaran tindakan brutal musuh-musuh Tanah Air kita.”

Kedua menteri menyebut laporan korban dari kalangan akademisi terus bertambah.

“Kabar tentang akademisi yang gugur, termasuk mahasiswa dan dosen, terus berdatangan setiap hari dari universitas-universitas di seluruh negeri.”

Pernyataan itu juga menyoroti pola serangan terhadap ilmuwan Iran yang disebut berlangsung dalam beberapa fase konflik sebelumnya, termasuk eskalasi militer yang melibatkan Tel Aviv dan Washington pada pertengahan tahun lalu.

Di bagian akhir, kedua menteri menyerukan perhatian komunitas internasional.

“Sebagai administrator lembaga ilmiah di Iran, kami menyerukan perhatian kolega di seluruh dunia terhadap kejahatan-kejahatan ini. Jika tidak dikutuk sekarang, ancaman serupa dapat menjangkau lingkungan akademik di negara lain.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *