Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Legislator Lebanon: Pemerintah Beirut Tak Paham Politik dan Hanya Tahu Cara Tunduk kepada AS

POROS PERLAWANAN – Seorang anggota Fraksi al-Wafa yang berafiliasi kepada Hizbullah menyatakan, yang diminta Iran adalah gencatan senjata menyeluruh di Lebanon. Namun para pejabat Lebanon malah menolaknya dan kini berusaha memohon ke sana-sini tanpa hasil untuk mencapai gencatan senjata.

Dilansir Fars, Hussein al-Hajj Hassan mengumumkan bahwa 15 negara telah menjalin kontak dan mendesak agar Lebanon dimasukkan dalam gencatan senjata. Namun Pemerintah Lebanon menolaknya.

Hassan mengatakan kepada al-Mayadeen bahwa sikap Otoritas Lebanon semacam inilah yang memfasilitasi pembantaian yang dilakukan oleh Musuh Zionis pada Rabu 8 April lalu .

Dia menambahkan bahwa apa yang diminta Iran adalah gencatan senjata komprehensif di Lebanon. Namun pejabat Lebanon menolaknya, dan kini memohon agar hal itu diterapkan, namun sia-sia.

Anggota Parlemen dari Hizbullah itu menekankan bahwa Duta Besar Lebanon di Washington bukanlah Duta Besar seluruh Lebanon, melainkan perwakilan dari sebagian Lebanon.

Hassan menyatakan bahwa pernyataan Perdana Menteri Lebanon mengenai penundaan kunjungannya ke AS menimbulkan banyak pertanyaan.

Ia menyatakan bahwa Iran akan terus bersikeras pada prasyarat gencatan senjata di Lebanon. Dia menilai bahwa pejabat Lebanon bersikap sangat negatif terhadap rakyat mereka sendiri dan Iran.

Anggota Parlemen Lebanon tersebut menekankan bahwa akibat kepatuhan Pemerintah terhadap hegemoni Amerika, Beirut telah kehilangan kekuatannya sejak awal dan menolak memberikan pengakuan kepada Iran atas gencatan senjata tersebut.

Hassan mengatakan bahwa rakyat Lebanon berhak mendapatkan gencatan senjata, namun Pemerintah Lebanon tidak mengerti apa pun tentang politik dan hanya tahu cara tunduk kepada Amerika.

Pejabat Hizbullah itu menyatakan bahwa senyuman Duta Besar Lebanon kepada Duta Besar Israel di Washington, sementara rekan-rekan sebangsanya gugur akibat tembakan musuh, sungguh memalukan.

“Perlawanan hadir di medan perang dan di arena politik. Teman-teman Iran kita tidak akan meninggalkan teman-teman mereka.”

Hassan menambahkan bahwa tidak seorang pun boleh bangga atas aliansi dengan Pemimpin Pulau Epstein, yang kerap menghina para pemimpin Arab.

Pejabat senior Hizbullah itu menekankan, hasil politik dari negosiasi harus adil dan menjaga kedaulatan serta martabat. Ia mengatakan bahwa Perlawanan mengikuti perkembangan dengan cermat dan tidak akan mengambil sikap sebelum hasilnya tercapai, namun kelemahan terletak pada kinerja para pejabat Lebanon.

Dia menekankan bahwa pejabat Lebanon tidak menekan rakyat untuk mencapai hasil. Sebaliknya, mereka memberikan konsesi demi konsesi. Hal ini bukan karena kelemahan, melainkan disengaja dan disadari.

Hassan menehaskan bahwa satu-satunya perhatian Pemerintah adalah penghancuran Perlawanan, dan bahwa Israel meminta mereka untuk menyerahkan titik kekuatan Lebanon kepada Rezim ini.

Para pejabat pemerintah Lebanon, dalam beberapa hari terakhir, telah menunjukkan sikap tidak tahu balas budi terhadap upaya Iran untuk menekan Amerika Serikat dan mewujudkan gencatan senjata di negara tersebut. Mereka menyatakan bahwa tidak ada pihak yang boleh bernegosiasi atas nama mereka.

Pemerintah Lebanon, yang sejauh ini tetap diam terhadap agresi Zionis, terutama serangan brutal pada Rabu lalu di berbagai wilayah yang menewaskan dan melukai lebih dari seribu orang, dalam beberapa hari terakhir telah menyerukan negosiasi langsung dengan pihak penjajah.

Dengan mengabaikan penolakan dalam negeri, Pemerintah Lebanon mengeklaim bahwa negosiasi dengan Israel adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan agresi Rezim tersebut.

Hal ini terjadi meskipun ada contoh dari Suriah, di mana sebagian besar wilayah selatan negara itu diduduki Israel, padahal Pemerintah Jolani melakukan negosiasi terbuka. Semua ini disaksikan para pejabat Lebanon.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *