Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Profesor Marandi: Sementara Ini, Perundingan Iran-AS Belum Buahkan Hasil Positif

POROS PERLAWANAN – Pakar urusan strategis Mohammad Marandi mengatakan bahwa delegasi Iran tidak keberatan kembali ke Teheran tanpa mencapai kesepakatan.

“Sampai saat ini, belum ada hasil positif yang dapat disebutkan dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad,” kata Marandi dalam wawancara dengan al-Mayadeen, diberitakan Fars.

Ia menekankan bahwa Lebanon adalah “salah satu masalah mendasar dalam jalannya pembicaraan ini.”

Marandi, yang berada di Islamabad bersama Delegasi Iran, menjelaskan lebih lanjut bahwa Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf memiliki wewenang penuh dari Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Menurutnya, kedua belah pihak telah membahas isu-isu yang akan dibahas di Ibu Kota Pakistan.

Menurut Marandi, tidak akan ada kesepakatan yang tercapai kecuali Amerika Serikat mengakui hak-hak Iran, Palestina, Lebanon, dan Front Perlawanan. Ia menekankan perlunya Washington berkomitmen pada “gencatan senjata di Lebanon dan penarikan pasukan Israel dari selatan negara tersebut”.

Marandi juga menyatakan, tercapainya kesepakatan bergantung kepada diterimanya tuntutan-tuntaun Iran oleh Donald Trump. “Iran tidak keberatan pulang ke Teheran tanpa mencapai kesepakatan, karena Iran tidak memaksakan hal itu, namun kehadirannya dalam pembicaraan tersebut merupakan sinyal bagi komunitas internasional bahwa Iran telah memberikan kesempatan kepada diplomasi.”

Dia memperingatkan bahwa “segalanya bisa runtuh di saat-saat terakhir”; sebuah masalah yang, menurutnya, dapat dipengaruhi oleh Benyamin Netanyahu, jika ia berhasil membujuk Trump untuk mundur dari kesepakatan yang telah dicapai.

“Kami sedang mempersiapkan diri untuk perang. Kami hanya bernegosiasi sekarang agar dunia tahu bahwa Amerika adalah pihak agresor dan kami memberi mereka kesempatan.”

Mengenai Selat Hormuz, ia juga menekankan bahwa jalur air tersebut tidak ditutup, tetapi Iran mengendalikannya, dan “situasi ini akan terus berlanjut tanpa Amerika bisa berbuat apa-apa.”

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *