Paus Leo XIV: Salahgunakan Kekuasaan, Segelintir Elite Hancurkan Dunia
POROS PERLAWANAN — Paus Leo XIV menegaskan dunia sedang dirusak oleh segelintir pihak yang menyalahgunakan kekuasaan, sekaligus menyerukan penghentian kekerasan di wilayah barat laut Kamerun yang dilanda konflik bersenjata dan gerakan separatis.
Laporan Al-Ahed News pada Jumat 17 April menyebutkan bahwa pada hari kedua kunjungannya, Paus berbicara di Bamenda, pusat kekerasan yang telah menewaskan ribuan orang selama hampir satu dekade. Ia menilai kerusakan global tidak hanya bersumber dari konflik lokal, tetapi juga dari eksploitasi sumber daya dan kepentingan politik yang memperpanjang instabilitas.
“Celakalah mereka yang menjadikan agama sebagai alat untuk tujuan militer, ekonomi, dan politik,” kata Paus di hadapan publik. Ia menambahkan bahwa dunia memang dirusak oleh segelintir elite, namun tetap dipersatukan oleh solidaritas luas antarmanusia.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tur 11 hari, ke empat negara Afrika. Dalam lawatan ini, Paus tampil lebih lugas dibandingkan biasanya, dengan pesan berulang mengenai pentingnya perdamaian global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pernyataan itu muncul di tengah serangan verbal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Paus lemah dan tidak kompeten dalam kebijakan luar negeri. Wakil Presiden, JD Vance juga meminta Vatikan tetap fokus pada isu moral.
Menanggapi hal tersebut, Paus menyoroti praktik eksploitasi sumber daya yang kerap berujung pada siklus kekerasan. Ia menyebut keuntungan dari perampasan kekayaan alam sering dialihkan untuk pembelian senjata, sehingga memperpanjang konflik dan kematian.
“Satu momen cukup untuk menghancurkan, tetapi satu kehidupan sering tidak cukup untuk membangun kembali. Miliaran dolar dihabiskan untuk perang, sementara kebutuhan untuk pemulihan, pendidikan, dan kesejahteraan diabaikan,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan konsistensi garis damai Vatikan, sekaligus mencerminkan ketegangan yang semakin terbuka antara otoritas moral keagamaan dan kekuatan politik global.
