Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

New Delhi Kecam Trump yang Sebut India ‘Neraka’

 Perubahan PM India dari ‘Kawan’ Jadi ‘Lawan’ Trump

POROS PERLAWANAN — Pemerintah India mengecam unggahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di media sosial yang menyebut India sebagai “neraka”. New Delhi menilai pernyataan itu tidak pantas dan berpotensi merusak hubungan bilateral.

Menurut laporan Al-Mayadeen pada Jumat 24 April, kritik muncul setelah Trump membagikan cuplikan program bincang di platform Truth Social yang menentang prinsip kewarganegaraan berdasarkan kelahiran. Dalam cuplikan tersebut, migran dari negara seperti India dan China dituduh memanfaatkan sistem tersebut.

Trump juga menyinggung tenaga kerja asal India di sektor teknologi Amerika dengan tuduhan tidak memprioritaskan pekerja lokal kulit putih.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal menyatakan komentar itu tidak mencerminkan standar diplomasi yang layak. “Pernyataan ini tidak dipertimbangkan dengan matang, tidak pantas, dan mencerminkan selera yang buruk,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Jaiswal menegaskan bahwa komentar tersebut tidak mencerminkan hubungan India dan Amerika Serikat yang selama ini dibangun atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama.

Kritik juga datang dari Indian National Congress yang menyebut pernyataan itu sangat menghina dan bersifat anti-India. Partai tersebut mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk menyampaikan protes langsung kepada Trump.

Pernyataan ini muncul saat Washington dan New Delhi berupaya memulihkan hubungan setelah ketegangan tentang tarif perdagangan dan perbedaan geopolitik. Kedua negara masih melanjutkan pembahasan perjanjian dagang serta menjadwalkan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio pada bulan depan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *