Axios: Israel Diam-diam Kirim Iron Dome ke UEA Saat Serangan Balasan Iran
POROS PERLAWANAN — Media Amerika Axios melaporkan Israel secara diam-diam mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Uni Emirat Arab di tengah serangan balasan Iran.
Menurut Press TV pada Senin 27 April, laporan tersebut mengutip dua pejabat Israel yang menyebut pengiriman dilakukan beberapa hari setelah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai. Langkah itu diambil setelah Abu Dhabi meminta bantuan mendesak menyusul serangan rudal dan drone Iran.
Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu disebut memerintahkan pengiriman satu baterai Iron Dome lengkap dengan rudal pencegat dan puluhan operator, setelah berkomunikasi dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed.
Ini menjadi pertama kalinya sistem tersebut ditempatkan dan digunakan di wilayah UEA. Informasi mengenai pengerahan ini sebelumnya tidak dipublikasikan.
Pengiriman dilakukan saat Israel sendiri berada di bawah tekanan serangan. Sistem pertahanan udara dilaporkan menghadapi kesulitan mencegat rudal Iran yang lebih canggih.
Laporan The Wall Street Journal sebelumnya menyebut serangan berkelanjutan Iran membuat sistem pertahanan Israel kewalahan, sehingga sejumlah rudal berhasil menembus pertahanan.
Selama sekitar 40 hari konflik, Iran meluncurkan lebih dari 100 gelombang serangan balasan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan Amerika di Kawasan.
Tekanan terhadap sistem pertahanan tidak hanya terjadi di Israel. Negara-negara Teluk seperti UEA, Qatar, dan Bahrain juga dilaporkan menghadapi keterbatasan sistem pencegat dan mulai mencari dukungan tambahan.
Perang ini bermula pada 28 Februari saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sejumlah negara di kawasan Teluk disebut digunakan sebagai basis operasi, termasuk Bahrain, Arab Saudi, Qatar, UEA, dan Yordania.
Pemerintah Iran menyatakan negara mana pun yang memfasilitasi serangan akan dimintai pertanggungjawaban. Teheran juga menuntut kompensasi dari negara-negara yang wilayahnya digunakan dalam operasi militer AS-Israel tersebut.
