Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jenderal Kargar: Selat Hormuz Titik Lemah Lawan, Tekanan terhadap Musuh Tak Boleh Dikendurkan

POROS PERLAWANAN — Kepala Yayasan Pelestarian dan Publikasi Nilai-Nilai Pertahanan Suci dan Perlawanan, Brigadir Jenderal Bahman Kargar menyatakan bahwa pihak yang disebutnya sebagai musuh saat ini berada dalam kondisi terburuk dan terjebak dalam tekanan berat. Karena itu, menurutnya, tekanan terhadap musuh tidak boleh dikendurkan.

Mengutip laporan Mehr News Agency, Kargar menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan tokoh budaya dan sosial di Iran, pada Senin 4 Mei. Ia juga menyinggung pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Mujtaba Khamenei, yang menyebut rakyat akan bangkit jika negara menghadapi ancaman.

Kargar menilai seluruh elemen negara, mulai dari pejabat, ulama, hingga masyarakat, memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas. Menurutnya, partisipasi publik dalam beberapa bulan terakhir merupakan indikator kuatnya dukungan terhadap sistem politik Iran.

Ketahanan masyarakat Iran dalam menghadapi tekanan eksternal, ujar Kargar, menjadi faktor utama yang membuat negara tetap bertahan. Dalam sembilan bulan terakhir, Iran menghadapi serangan militer dan tekanan media yang intensif.

Dukungan Publik dan Klaim Stabilitas

Hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap Angkatan Bersenjata berada pada level tinggi. Kargar menyebut mayoritas responden menilai konflik terbaru justru memperkuat stabilitas negara.

Sebagian besar masyarakat tetap mendukung Pemerintah meskipun menghadapi tekanan ekonomi dan potensi gangguan terhadap infrastruktur. Selain itu, Kargar mengeklaim mayoritas responden menilai operasi militer berjalan efektif.

Berkaitan dengan isu nuklir dan sikap politik, Kargar menegaskan bahwa program nuklir merupakan garis merah negara. Jenderal itu menolak anggapan bahwa konflik dipicu semata-mata oleh program nuklir. Menurutnya, tujuan utama pihak lawan adalah melemahkan Iran. Sebagian besar masyarakat, kata Kargar, juga menolak penghentian program nuklir sebagai syarat berakhirnya konflik.

Selat Hormuz dan Dimensi Strategis

Kargar menempatkan Selat Hormuz sebagai faktor kunci dalam dinamika konflik. Kawasan tersebut, tegasnya, merupakan titik lemah pihak lawan yang memiliki nilai strategis sebanding dengan program nuklir. Pengelolaan Selat Hormuz, lanjut Kargar, dapat memberikan dampak luas, tidak hanya bagi Iran tetapi juga bagi Kawasan.

Lebih lanjut, Kepala Yayasan Pelestarian Nilai-Nilai Pertahanan Suci itu menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tekanan politik dan operasi media. Para pengambil keputusan diminta tetap tegas dan menjaga posisi negara dalam setiap proses diplomasi.

Di sisi domestik, Kargar menyoroti perlunya pengendalian harga dan pencegahan penimbunan barang. Dukungan publik harus dijaga dengan menghindari kebijakan yang dapat melemahkan kepercayaan masyarakat.

Situasi Masih Dinamis

Menurut Kargar, konflik dapat berakhir dalam waktu dekat atau berlangsung lebih lama. Kesiapan nasional harus tetap dijaga, termasuk melalui penguatan kapasitas militer dan pemulihan infrastruktur.

Di bagian akhir, Jenderal tersebut menekankan pentingnya persatuan nasional. Persatuan, kepatuhan terhadap kepemimpinan, dan dukungan terhadap Angkatan Bersenjata merupakan faktor kunci dalam menghadapi tekanan eksternal. Kargar mengingatkan bahwa kelengahan sekecil apa pun dapat dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *