Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC Tembakkan Rudal Peringatan ke Kapal Perang AS di Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN — Angkatan Laut Iran mengonfirmasi telah menembakkan rudal jelajah, roket, dan drone tempur sebagai peringatan terhadap kapal perang Amerika Serikat yang mendekati Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan setelah kapal-kapal tersebut disebut mengabaikan peringatan dan mencoba memasuki jalur strategis tanpa koordinasi.

Menurut laporan Press TV, dalam pernyataan resmi pada Senin 4 Mei, Angkatan Laut Iran menyebut kapal perang AS mendekat dalam kondisi “mode gelap” dengan mematikan transponder sebelum kembali mengaktifkan radar saat berada di dekat Selat. Tindakan itu dinilai sebagai upaya menantang kendali Iran atas jalur vital di Teluk Persia.

Pihak Iran menegaskan setiap upaya mendekati Selat Hormuz tanpa izin merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diumumkan pada awal April, yang menghentikan agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Setelah kapal perusak AS mengabaikan peringatan awal, Angkatan Laut Republik Islam Iran melepaskan tembakan peringatan menggunakan rudal jelajah, roket, dan drone tempur di dekat kapal tersebut,” demikian pernyataan resmi yang dirilis.

Iran juga menegaskan bahwa seluruh konsekuensi dari tindakan berisiko itu akan menjadi tanggung jawab pihak yang disebut sebagai musuh.

Tidak ada laporan langsung mengenai bentrokan fisik antara kedua pihak dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan perintah operasi militer untuk membuka akses Selat Hormuz dan menantang kontrol Iran atas jalur tersebut, setelah ribuan kapal dilaporkan tertahan di Kawasan akibat ketegangan yang berlangsung lebih dari dua bulan.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah memperingatkan bahwa setiap kapal militer atau komersial AS tidak diizinkan melintas tanpa koordinasi dengan otoritas Iran.

Kantor berita Tasnim News Agency, mengutip sumber yang mengetahui situasi, melaporkan bahwa Iran berada dalam kesiapan penuh menghadapi berbagai skenario menyusul manuver yang disebut sebagai tindakan bermusuhan oleh Amerika Serikat.

Sumber tersebut menegaskan bahwa Teheran tidak akan mentoleransi tekanan atau intimidasi dari Washington, dan Angkatan Bersenjata Iran siap mencegah setiap upaya pelanggaran di Selat Hormuz.

Iran menyatakan kendali atas Selat tersebut sejak awal konflik pada akhir Februari, dengan hanya mengizinkan kapal yang tidak dianggap bermusuhan dan mematuhi protokol keamanan untuk melintas.

Situasi ini menyebabkan hampir 3.000 kapal dan sekitar 20.000 pelaut tertahan di kedua sisi Selat Hormuz, sekaligus memicu lonjakan signifikan harga minyak global.

Teheran menyatakan kesiapan untuk membuka kembali jalur tersebut dengan syarat Amerika Serikat dan Israel menghentikan secara permanen tindakan militer serta mencabut blokade laut terhadap perdagangan Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *