Iran Kirim Respons Resmi ke Proposal AS, Fokus pada Penghentian Perang dan Sanksi
POROS PERLAWANAN — Iran resmi menyerahkan tanggapan terhadap proposal terbaru Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri perang antara Teheran melawan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Iran menegaskan pembahasan saat ini harus difokuskan sepenuhnya pada penghentian agresi dan pencabutan tekanan ekonomi terhadap negara itu.
Kantor Iran, IRNA, melaporkan pada Minggu, (10/5/2026), bahwa respons resmi tersebut disampaikan kepada Pakistan yang menjadi mediator dalam proses negosiasi penghentian perang.
Menurut laporan itu, Iran menegaskan bahwa pembicaraan dengan Washington saat ini hanya boleh berfokus pada upaya mengakhiri perang. Persoalan lain, termasuk sengketa terkait program nuklir Iran, diminta dibahas pada tahap berikutnya.
Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyatakan bahwa Teheran akan memberikan jawaban final setelah melalui proses kajian dan pembahasan mendalam terhadap proposal Amerika Serikat.
Proposal Washington muncul sebagai respons atas rencana 14 poin yang lebih dulu diajukan Iran guna menghentikan secara permanen perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam respons terbarunya, Iran juga menuntut penghentian seluruh bentuk agresi di berbagai front kawasan, termasuk serangan Israel terhadap Lebanon. Selain itu, Teheran meminta jaminan keamanan jalur pelayaran di Teluk Persia.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menjalani negosiasi intensif pada 11 hingga 12 April 2026 di Islamabad. Perundingan berlangsung hanya beberapa hari setelah Pakistan memediasi gencatan senjata untuk menghentikan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai sejak akhir Februari.
Namun, pembicaraan dilaporkan gagal setelah muncul tuntutan maksimal dari pihak Amerika Serikat.
Salah satu isu paling sensitif dalam negosiasi tersebut adalah pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang berada di bawah kendali Iran sejak awal konflik.
Iran menyatakan siap membuka kembali Selat Hormuz apabila agresi dihentikan secara permanen dan Amerika Serikat mencabut sanksi serta blokade ekonomi terhadap Teheran.
Otoritas Iran menegaskan tahap awal kesepakatan harus difokuskan pada keamanan pelayaran dan pencabutan sanksi. Teheran juga memberi sinyal kesiapan untuk membahas isu program nuklir dalam tahap lanjutan perundingan dengan Washington.
