Handala Ungkap Identitas 69 Perwira Angkatan Laut Israel yang Terlibat Penyerangan Armada Gaza
POROS PERLAWANAN — Kelompok peretas pro-Perlawanan Handala mengungkap identitas 69 perwira Angkatan Laut Israel yang disebut terlibat dalam penyerangan terhadap armada kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan internasional. Kelompok tersebut menyebut operasi militer Israel terhadap armada bantuan itu sebagai pelanggaran hukum internasional.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X pada Senin 25 Mei, Handala menyatakan telah membuka nama lengkap dan data personel Militer Israel kepada publik. Kelompok itu juga mengumumkan hadiah sebesar 100 ribu Dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi terkait individu-individu yang disebut terlibat dalam operasi tersebut.
Menurut Handala, para perwira itu berpartisipasi dalam penyerangan terhadap Global Sumud Flotilla, armada yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Armada tersebut berupaya menyalurkan bantuan di tengah krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 2023.
Handala menyebut personel Militer Israel tersebut terlibat dalam tindakan yang menyebabkan kehancuran serta penderitaan warga sipil Palestina. Kelompok itu juga menyatakan dukungan terhadap para aktivis Armada Global Sumud dan menegaskan komitmennya untuk membela hak-hak rakyat Palestina.
Selain itu, Handala melontarkan peringatan keras terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyusul pernyataannya tentang penahanan aktivis Armada yang memicu kecaman internasional. Dalam pesannya, kelompok tersebut menyatakan bahwa para pejabat Israel yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan terhadap warga Palestina akan terus menjadi target Perlawanan.
Selama beberapa tahun terakhir, Handala dikenal melalui sejumlah operasi peretasan yang menargetkan pejabat dan institusi Israel. Kelompok tersebut menyatakan operasinya bertujuan membongkar informasi internal Israel sekaligus memperkuat perang informasi dan tekanan psikologis terhadap Rezim Tel Aviv.
Ketegangan di Kawasan terus meningkat seiring memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan meningkatnya perhatian internasional terhadap upaya pengiriman bantuan melalui jalur laut ke wilayah yang terus diblokade Israel tersebut.
