Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Jeffrey Sachs: Pembekuan Aset Iran oleh AS Tidak Sah

POROS PERLAWANAN – Ekonom Amerika Serikat Jeffrey Sachs menilai pembekuan aset Iran oleh Amerika Serikat tidak memiliki dasar hukum yang sah dan memperingatkan agar Teheran tidak menukar kepentingan keamanan maupun strategis dengan janji penyelesaian aset yang dibekukan. Pandangan tersebut disampaikan dalam analisis yang dipublikasikan Fars News Agency pada Jumat (10/7).

Menurut Sachs, instrumen utama tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran adalah pembekuan aset negara serta penerapan sanksi sepihak yang berdampak pada perusahaan dan negara lain yang menjalin hubungan dagang dengan Iran.

Sachs berpendapat bahwa penyitaan aset negara lain bertentangan dengan prinsip hukum internasional sekaligus berpotensi mengurangi kepercayaan terhadap sistem keuangan global yang didominasi Amerika Serikat. Meski demikian, Iran tetap dapat memperjuangkan pengembalian aset tersebut melalui jalur hukum internasional tanpa menjadikannya dasar untuk memberikan konsesi dalam isu-isu strategis.

Ia juga menilai struktur perdagangan Iran yang selama ini lebih berorientasi ke Asia membuat ketergantungan negara tersebut terhadap pasar Amerika Serikat relatif terbatas. Menurutnya, hubungan ekonomi dengan Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, dan sejumlah negara Asia lainnya memberi ruang bagi Iran untuk memperluas kerja sama perdagangan di luar sistem berbasis dolar AS.

Dalam pandangannya, diversifikasi mata uang transaksi, penggunaan mata uang nasional, serta pengembangan mekanisme pembayaran alternatif dapat mengurangi dampak sanksi ekonomi. Sachs menilai semakin banyak negara mulai mencari sistem pembayaran di luar dolar sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan sanksi finansial oleh Washington.

Sachs juga menyoroti perubahan opini publik di Amerika Serikat. Menurutnya, perdebatan mengenai kebijakan Washington terhadap Iran semakin terbuka, sementara kritik terhadap pendekatan militer memperoleh ruang yang lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu.

Selain itu, Sachs berpendapat bahwa perkembangan terbaru, termasuk pemberitaan internasional mengenai Iran, telah mendorong sebagian masyarakat Amerika Serikat melihat Iran dari perspektif yang lebih luas, mencakup sejarah, peradaban, dan kapasitas ekonominya. Pandangan tersebut merupakan pendapat pribadi Jeffrey Sachs sebagaimana dikutip Fars News Agency.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *