Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump dan Netanyahu Sama-sama Sebut Iran sebagai “Kanker”

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam dua kesempatan terpisah menggunakan istilah “kanker” ketika berbicara mengenai Iran. Kesamaan pilihan kata tersebut menjadi sorotan sejumlah media Iran yang menilai retorika kedua pemimpin itu mencerminkan keselarasan sikap Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran.

Mengutip Fars News Agency pada Jumat (10/7), Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7). Merujuk pada informasi intelijen Israel mengenai dugaan ancaman terhadap dirinya, Trump menyebut Iran sebagai “orang-orang jahat dan sakit” serta mengatakan bahwa “kita harus membasmi kanker itu” dan “kanker harus dipotong sejak dini”. Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.

Sehari kemudian, Kamis (9/7), Netanyahu menggunakan metafora serupa dalam sebuah wawancara. Ia mengatakan bahwa menyerang Iran “seperti membuang kanker dari tubuh” dan menyatakan bahwa “jika kanker tidak diangkat, tubuh akan mati”.

Fars menilai penggunaan istilah yang sama oleh kedua pemimpin tersebut menunjukkan adanya keselarasan retorika di tengah dinamika hubungan Washington dan Tel Aviv. Media itu juga mengaitkannya dengan pemberitaan sebelumnya mengenai perbedaan pandangan antara Trump dan Netanyahu terkait sejumlah isu kawasan, termasuk perkembangan di Lebanon.

Dalam ulasannya, Fars menyebut penggunaan metafora “kanker” mengingatkan pada istilah “tumor kanker” yang pernah digunakan Imam Khomeini untuk menggambarkan Israel beberapa dekade lalu. Menurut media tersebut, penggunaan istilah yang sama terhadap Iran menunjukkan perubahan sasaran retorika dalam konflik kawasan.

Artikel itu juga mengaitkan pernyataan Trump dan Netanyahu dengan meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir, termasuk serangan militer yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah serta respons balasan dari Iran terhadap target-target militer Amerika Serikat.

Sementara itu, upaya diplomatik dilaporkan masih berlangsung melalui mediasi Pakistan. Namun, Trump menyatakan pesimistis terhadap proses tersebut.

“Mereka bisa berbicara, tetapi saya pikir mereka hanya membuang-buang waktu,” kata Trump sebagaimana dikutip Fars.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *