Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Serang Sejumlah Fasilitas Militer Amerika di Kawasan, dari Kuwait hingga Yordania

POROS PERLAWANAN — Iran telah melancarkan serangkaian operasi militer terhadap berbagai fasilitas dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia sebagai respons atas serangan yang sebelumnya dilakukan Washington terhadap wilayahnya.

Menurut laporan Kantor Berita Fars pada Selasa 14 Juli, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) melaksanakan sejumlah operasi terpisah yang menyasar pusat komando, pangkalan udara, sistem pertahanan udara, infrastruktur logistik, hingga sasaran maritim milik Militer Amerika Serikat.

Militer Iran Serang Fasilitas Amerika di Kuwait

Dalam operasi pertama, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menyatakan telah menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait.

Menurut pernyataan resmi Militer Iran, sasaran serangan meliputi sistem komunikasi, tangki bahan bakar, sistem pertahanan udara Patriot, menara pengawas, serta gudang amunisi.

Iran menyebut fasilitas tersebut merupakan salah satu pusat utama penempatan dan dukungan logistik Militer Amerika Serikat di Kuwait yang berperan dalam pengendalian penerbangan militer, distribusi logistik, penyediaan bahan bakar, serta pengoperasian sistem pertahanan udara di kawasan utara Teluk Persia.

Selain itu, Angkatan Laut Iran juga menyatakan telah meluncurkan rudal jelajah ke arah sebuah kapal Militer Amerika Serikat sebagai balasan atas serangan rudal yang sebelumnya menyasar sejumlah fasilitas Militer Iran.

Menurut keterangan tersebut, kapal itu menjalankan misi dukungan operasional dan pengamanan maritim bagi satuan Militer Amerika Serikat di Kawasan.

IRGC Gagalkan Upaya Amerika di Selat Hormuz

Dalam operasi berikutnya, IRGC menyatakan Militer Amerika Serikat berupaya mengarahkan sejumlah kapal dagang melewati jalur yang disebut sebagai rute ilegal di Selat Hormuz.

Menurut IRGC, dua supertanker mematikan sistem navigasi, mengabaikan peringatan dari Pusat Pengendalian Keamanan Selat Hormuz, dan tetap memilih melintasi jalur yang diklaim telah dipasangi ranjau.

IRGC menyebut kedua kapal tersebut kemudian terkena serangan hingga tidak lagi dapat beroperasi.

Menurut pernyataan yang sama, setelah insiden tersebut, Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap sejumlah stasiun pantai dan fasilitas militer di wilayah selatan Iran.

Gelombang Kedua Operasi Nasr 2 Menyasar Bahrain

Sebagai respons, IRGC mengumumkan dimulainya gelombang kedua Operasi Nasr 2.

Pada tahap pertama operasi itu, IRGC menyerang sejumlah gudang logistik persenjataan, pusat komunikasi satelit, serta kompleks tempat tinggal personel Militer Amerika Serikat di Pangkalan Al-Jufair, Bahrain, menggunakan rudal dan drone tempur.

Menurut Iran, Pangkalan Al-Jufair merupakan pusat utama penempatan personel Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain sekaligus salah satu fasilitas pendukung Armada Kelima Amerika Serikat yang berfungsi sebagai pusat komando, komunikasi, akomodasi personel, dan dukungan operasi maritim di Teluk Persia.

Klaim Serangan terhadap Infrastruktur Armada Kelima

Pada tahap kedua gelombang kedua Operasi Nasr 2, IRGC menyatakan pasukan laut dan dirgantaranya melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.

Menurut IRGC, sasaran operasi meliputi tangki bahan bakar, radar pertahanan udara Patriot, radar pengendali lalu lintas udara Armada Kelima, serta sistem radar peringatan dini jenis C-RAM.

IRGC juga berhasil menghancurkan pusat kendali dan pemantauan kapal nirawak yang digunakan dalam operasi pengintaian dan patroli maritim.

Hingga kini, belum terdapat konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan maupun dampak operasional dari fasilitas-fasilitas yang diklaim menjadi sasaran tersebut.

Tahap Ketiga Nasr 2 Menyasar Pangkalan Amerika di Yordania

IRGC selanjutnya mengumumkan bahwa pada tahap ketiga gelombang kedua Operasi Nasr 2, rudal balistik diluncurkan ke salah satu pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania.

Menurut pernyataan tersebut, pangkalan itu merupakan salah satu pusat operasi dan dukungan logistik Militer Amerika Serikat di Kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir digunakan untuk menempatkan pesawat tempur, drone, pesawat pengintai, serta mendukung berbagai operasi udara.

IRGC juga menyebut pangkalan tersebut digunakan dalam serangan-serangan terbaru terhadap Iran dan menjadi sasaran langsung dalam operasi rudal yang mereka laksanakan.

Iran Tegaskan Operasi Balasan Berlanjut

Rangkaian operasi tersebut berlangsung setelah pejabat Militer Iran sebelumnya menegaskan bahwa setiap tindakan yang dinilai sebagai agresi terhadap wilayah dan kepentingan nasional Iran akan dibalas dengan respons militer yang tegas dan proporsional.

Menurut pernyataan resmi Iran, sasaran operasi balasan tidak hanya mencakup pangkalan udara dan fasilitas militer, tetapi juga pusat komando, sistem pertahanan udara, infrastruktur logistik, kapal perang, serta berbagai fasilitas pendukung Militer Amerika Serikat di Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *