Perdana Menteri Yaman Apresiasi Keberanian Pilot Iran Tembus Blokade Saudi
POROS PERLAWANAN – PLT Perdana Menteri Yaman, Allamah Muhammad Miftah menekankan keberlanjutan tindakan yang diperlukan untuk mematahkan blokade yang diterapkan oleh Arab Saudi. Ia sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pilot dan tim penerbangan Iran yang berhasil membawa delegasi Yaman ke negara tersebut meskipun menghadapi berbagai risiko.
Fars memberitakan, dalam kunjungan pada Selasa 14 Juli ke Bandara Internasional Sanaa, Miftah meninjau tingkat kerusakan yang terjadi di bandara tersebut akibat serangan oleh Arab Saudi pada hari sebelumnya.
Dengan didampingi oleh Menteri Perhubungan Mohammad Qahim, Wakil Menteri Informasi Omar al-Bukhaiti, Kepala Organisasi Umum Jalan dan Jembatan Abdul Rahman al-Hadrami, dan Direktur Jenderal Bandara Khalid al-Shayef, Miftah memeriksa kerusakan pada landasan pacu, area pendaratan pesawat, serta kerusakan tambahan pada gedung bandara.
Miftah mendengarkan penjelasan Qahim mengenai upaya yang dilakukan oleh Kementeriannya untuk memperbaiki dan membangun kembali bagian-bagian yang rusak secepat mungkin. Ia menegaskan, agresi nyata Saudi tidak akan menambah apa pun selain tekad, keteguhan, dan stabilitas rakyat Yaman untuk mengakhiri agresi dan blokade, serta merebut kembali seluruh hak sah mereka.
“Serangan ini menambah daftar kejahatan dan pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia, yang dilakukan oleh koalisi agresor Amerika-Saudi selama perang genosida menyeluruh dalam 12 tahun terakhir,” kata Miftah.
“Pihak Saudi bertujuan untuk menargetkan delegasi Yaman yang hadir dalam upacara pemakaman Syahid Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta penumpang yang terjebak di luar negeri, termasuk pasien dan pelajar.”
“ezim Saudi tidak memiliki hubungan dengan kedaulatan Yaman, melainkan merupakan salah satu pelanggar kedaulatan terbesar dan pelaku kejahatan terhadap rakyat Yaman, kehidupan mereka di masa lalu dan sekarang, serta menargetkan masa depan mereka.”
“Tentara bayaran yang mengeklaim mewakili kedaulatan Yaman, bersama Rezim Saudi, adalah orang-orang yang menempatkan Yaman di bawah perwalian dan melakukan kejahatan paling keji dalam sejarah negara ini selama beberapa tahun terakhir, yang menyebabkan kehancuran dan kematian ratusan ribu putra-putranya.”
PLT Perdana Menteri Yaman menyatakan, kesiapan untuk menghadapi Rezim Saudi, yang tidak ragu untuk melanjutkan agresinya, akan selalu terjaga. Ia menegaskan bahwa rakyat Yaman tidak akan menerima kelanjutan situasi agresi dan blokade serta pencekikan [negara] oleh sistem Zionis dan antek-anteknya di Kawasan. Ia menyatakan, langkah-langkah untuk mematahkan blokade sedang berlangsung dan tidak akan pernah ditarik mundur.
“Kami sekali lagi menghargai posisi saudara-saudara kami di Republik Islam Iran dan upaya mereka untuk mematahkan blokade yang dipaksakan terhadap Yaman serta inisiatif penting mereka. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kami kepada pilot dan kru penerbangan yang, meskipun menghadapi risiko, telah membawa delegasi [Yaman] dan para penumpang ke Tanah Air dengan selamat,” pungkas Miftah.
