Minyak Brent Sentuh US$100, Pasar Energi Global Diguncang Krisis Iran-AS
POROS PERLAWANAN – Harga minyak mentah Brent menembus level US$100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Eskalasi konflik, disertai penutupan penuh Selat Hormuz dan meningkatnya risiko keamanan di Selat Bab al-Mandab, memicu gejolak di pasar energi global.
Menurut laporan Fars News pada Kamis (23/7/26), lonjakan harga terjadi setelah serangkaian serangan Amerika Serikat terhadap kawasan pesisir selatan Iran yang diikuti respons Iran. Situasi tersebut, ditambah penutupan total Selat Hormuz dan meningkatnya risiko di jalur pelayaran Bab al-Mandab, mengguncang pasar energi dunia meski sebelumnya telah tercapai sebuah nota kesepahaman.
Harga Brent kini memasuki kisaran tiga digit, setelah mencatat kenaikan sekitar 35 persen dibandingkan periode setelah penandatanganan nota kesepahaman yang mengakhiri apa yang disebut sebagai “Perang Paksa Ketiga” atau perang selama 40 hari.
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab merupakan dua jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia.
