Ini Alasan Bashar Assad Layak Dapat Dukungan Iran
POROS PERLAWANAN – Ada sejumlah alasan mengapa Republik Islam Iran selalu memberikan dukungan terhadap Pemerintah Suriah yang dipimpin Bashar Assad.
Sebab dukungan ini adalah karena Teheran memandang Assad sebagai orang yang memikirkan bangsa-bangsa Arab dan Islam. Dia juga pembela norma Palestina di hadapan Rezim Zionis dan para sekutu Baratnya.
Sebab lainnya adalah Barat selalu bicara soal pemulihan hubungan politik dan dagang dengan Damaskus. Assad pun menyambut baik masalah ini. Namun setelah beberapa waktu terbukti bahwa ucapan Barat hanya dusta belaka.
Assad adalah orang yang menolak menjadikan Suriah sebagai pasar bagi komoditas-komoditas Barat dengan dalih rekonstruksi negara tersebut.
Ia juga merupakan figur yang tidak mengizinkan Barat dan gerakan Zionisme Internasional menancapkan pengaruh di negaranya. Assad bertindak sedemikian rupa sehingga mereka tidak bisa memahami kepribadiannya.
Putra Hafez Assad ini juga tak enggan mengirim delegasi untuk membantu Irak, meski Suriah masih dibelit oleh blokade keamanan dan ekonomi.
Assad juga orang yang bersekutu dengan Iran untuk mengalahkan AS di Irak. Sebab itu, AS, dengan bantuan Tel Aviv, di tahun 2005 meneror Rafik al-Hariri, kemudian menuding Damaskus dan Hizbullah sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Ia adalah orang yang berperan penting sehingga produksi nasional bruto (GNP) Suriah di tahun 2010 mencapai 68 milyar dolar dan pertumbuhan ekonominya meningkat hingga 5,04 persen. Andai tidak ada perang yang disulut pada tahun 2011, niscaya Suriah saat ini bisa menjadi negara seperti Taiwan dan Singapura.
Assad adalah orang yang bertahan melawan perang global paling kotor selama 10 tahun atas negaranya. Ia telah mengalahkan banyak negara yang berpartisipasi dalam perang ini.
Berkat kepemimpinan Assad-lah Suriah bisa bertahan menghadapi blokade ekonomi. Saat ini, Suriah telah menyingkirkan dolar dan bersama dengan Iran, Rusia, dan China sepakat untuk menggunakan mata uang nasional dalam transaksi minyak serta barang. Dengan langkah ini, Damaskus telah meredam sanksi-sanksi Washington.
