Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Agresi ke Yaman Berlanjut: AS Kembali Bombardir Permukiman Sipil di Provinsi Sanaa

Dunia Soroti Kejahatan AS di Pelabuhan Ras Issa yang Tewaskan dan Lukai Ratusan Warga Sipil Yaman

POROS PERLAWANAN – Fajar belum sepenuhnya merekah ketika langit Yaman kembali diterangi semburan api dari jet-jet tempur Amerika. Dua kali dalam satu pagi, pada Selasa 29 April, pesawat militer AS menghujani wilayah Bani Hashish di Provinsi Sanaa dengan rudal-rudal kematian, melanjutkan babak baru dari kolonialisme udara atas tanah yang tak pernah tunduk.

Serangan ini, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnimnews, menyasar kawasan permukiman sipil yang tak lain adalah manifestasi baru dari loyalitas mutlak Amerika terhadap proyek kolonial Zionis. Di balik asap dan reruntuhan, dunia kembali menyaksikan bahwa Washington memilih berdiri di sisi penjajah, bahkan dengan membombardir tanah yang telah lama berdarah karena blokade dan agresi.

Akan tetapi, sebagaimana sejarah Yaman mencatat, tiap dentuman bom adalah panggilan perlawanan. Tujuan AS jelas, memaksa rakyat dan Angkatan Bersenjata Yaman meninggalkan barisan perjuangan demi Gaza. Namun yang mereka dapati justru sebaliknya: pernyataan tekad yang lebih membaja, komitmen tanpa kompromi dari sebuah bangsa yang telah belajar bertahan di tengah kepungan dunia.

Tak berhenti bertahan, Yaman juga menggigit. Dalam operasi balasan yang presisi dan penuh simbol perlawanan, Angkatan Bersenjata Yaman kembali berhasil menargetkan jet tempur F-18 milik AS dalam aksi strategis terhadap kapal induk AS di Laut Merah. Jet itu merupakan ikon kekuatan militer imperium yang ditenggelamkan ke kedalaman laut, menyusul reputasi moral Washington yang telah lebih dulu karam.

Sanaa boleh dibombardir. Namun langitnya tak pernah kosong dari doa dan tekad. Yaman pun, seperti Gaza, tak pernah sendirian.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *