Ajukan Pertanyaan Kritis, Petinggi Jihad Islam Tolak Kehadiran Pasukan Internasional di Gaza
POROS PERLAWANAN – Berbagai faksi dan tokoh Palestina terus merespons keputusan-keputusan yang diambil di KTT Arab di Kairo pada Selasa 4 Maret kemarin.
Diberitakan Tasnim, Wakil Sekjen Jihad Islam, Muhammad al-Handi mengomentari usulan kehadiran pasukan internasional di Gaza dengan mengatakan,”Kami berhak mengajukan pertanyaan ini: apakah pasukan internasional akan bertindak melawan pendudukan Zionis ataukah berperan untuk melucuti persenjataan Perlawanan di Gaza?”
Sebelum ini, Hamas melalui salah seorang petingginya, Sami Abu Zuhri, menegaskan bahwa Perlawanan Palestina menentang segala bentuk upaya perlucutan persenjataannya.
“Senjata Perlawanan adalah garis merah yang tidak bisa dibahas atau dinegosiasikan dengan alasan apa pun.”
“Kami tidak akan menerima tawar menawar dan perundingan terkait persenjataan Perlawanan dengan imbalan rekonstruksi atau masuknya bantuan kemanusiaan,” tegas anggota Kantor Politik Hamas tersebut.
Sehubungan dengan wacana penempatan pasukan internasional di Gaza, al-Handi mengatakan,“Kami menolak kehadiran segala bentuk pasukan internasional di Gaza. Rezim Zionis menghendaki pelemahan Kawasan dan menguasainya dengan berbagai cara. Israel sama sekali tidak menghendaki pembentukan negara Palestina.”
“Apa yang diperoleh dari KTT Arab adalah bagus. Namun jika Israel menolak semua usulan ini, apa yang akan terjadi?” imbuhnya.
Jihad Islam merilis sebuah statemen independen dalam menanggapi hasil KTT Arab di Mesir. Dalam statemen tersebut, Jihad Islam menyatakan bahwa isi pernyataan akhir dan sikap yang ditunjukkan dalam KTT itu positif. Namun tidak bisa mengatasi rintangan-rintangan yang dibuat Rezim Zionis dan AS terhadap bangsa Palestina serta negara-negara Arab.
“Masih ada sejumlah masalah penting yang belum mendapatkan solusinya, seperti pencegahan pemindahan paksa rakyat Palestina, rekonstruksi Gaza, serta penghentian penuh agresi ke Gaza, Tepi Barat, dan Quds.”
