Akademisi AS: Kasus Epstein Cermin Krisis Moral dalam Sistem Politik Amerika
POROS PERLAWANAN — Sejumlah akademisi Amerika menilai kasus Jeffrey Epstein tidak dapat dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan sebagai refleksi krisis moral yang lebih luas dalam sistem sosial dan politik Amerika Serikat.
Melansir Kayhan, Sabtu (21/2/2026), filsuf dan akademisi Cornel West menyebut perkara Epstein sebagai gejala kerusakan struktural. Dalam wawancara dengan CNN, West menggambarkan persoalan tersebut sebagai krisis nilai yang mendalam. “Ada penyakit spiritual yang sangat dalam. Ini hanyalah puncak gunung es. Bukan hanya soal ras, gender, atau orientasi, melainkan krisis nilai yang menggerogoti masyarakat,” ujarnya.
Menurut West, respons terhadap kasus tersebut tidak cukup berhenti pada proses hukum individual. Ia menekankan perlunya pemulihan etika publik dan perlindungan terhadap kelompok rentan. “Kita membutuhkan keadilan sejati bagi yang paling lemah, bagi para korban, bagi mereka yang terdampak kekuatan besar. Sistem harus dipulihkan melalui kejujuran, pelayanan, dan tanggung jawab moral,” katanya.
Kritik juga diarahkan pada konfigurasi kekuasaan nasional. West menilai sistem politik dua partai menghadapi persoalan integritas dan kepercayaan publik. Krisis tersebut, menurutnya, berakar pada praktik politik yang dipersepsikan sarat kepentingan elite.
Selain isu domestik, West menyoroti kebijakan luar negeri Amerika. Ekspansi militer global disebut tidak mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat di dalam negeri. “Kita tidak membutuhkan kehadiran militer di puluhan negara. Amerika harus melihat dirinya sebagai bagian dari komunitas global, bukan kekuatan yang mengejar dominasi,” ujarnya.
Rangkaian pernyataan tersebut menunjukkan kasus Epstein telah berkembang menjadi simbol perdebatan lebih luas mengenai etika kekuasaan, legitimasi institusi, serta arah kebijakan nasional Amerika Serikat. Diskursus ini terus bergulir di ruang publik, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.
