Akibat Serangan Baru IRGC ke Posisi Amerika di Teluk: Banyak Tentara AS Tewas, Sejumlah Kapal Taktis AS Terbakar dan Tenggelam
POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan lanjutan terhadap posisi Amerika Serikat di kawasan Teluk, pada Sabtu Maret sebagai bagian dari Gelombang ke-84 Operasi Janji Sejati 4.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan dilakukan melalui operasi gabungan rudal dan drone Angkatan Laut Garda Revolusi dengan sasaran sejumlah titik yang dinilai sebagai pusat perkumpulan pasukan Amerika di Pulau Bubiyan.
IRGC menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan Amerika akan terus berlanjut hingga seluruh keberadaan tentara AS ditarik dari wilayah Muslim.
“Setelah gelombang ke-84 Operasi Janji Sejati 4 pada Jumat malam dengan sandi suci Ya Sahib al-Zaman (Aj), yang dipersembahkan kepada para syuhada mulia Angkatan Laut, khususnya pahlawan Nader Mahdavi dan rekan-rekannya yang pernah memaksa Amerika bertekuk lutut pada dekade 1980-an, Angkatan Laut IRGC hari ini melaksanakan operasi kejutan dengan menargetkan sejumlah pusat perkumpulan teroris Zionis-Amerika di Pulau Bubiyan melalui serangan gabungan rudal dan drone”, demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dilaporkan Al Alam.
Dalam pernyaataan yang disampaikan, IRGC menyebut serangan itu menewaskan dan melukai sejumlah besar personel Militer Amerika.
Menurut pernyataan yang sama, para korban luka dipindahkan ke rumah sakit Saleh Al-Sabah, Mohammed Al-Ahmad, dan Ali Al-Salem.
IRGC juga menyebut rumah sakit-rumah sakit tersebut berada dalam karantina total. Sementara fasilitas medis di Kuwait disebut memprioritaskan penanganan terhadap personel yang terluka, hingga memicu protes dari warga setempat.
Angkatan Laut IRGC menegaskan operasi serupa akan terus berlanjut terhadap pasukan Amerika di berbagai titik Kawasan.
“Kemenangan hanya datang dari Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana”, tegas pernyataan IRGC.
Dalam bagian lain, IRGC menegaskan bahwa operasi itu menggunakan rudal balistik dan jelajah Qadr 380. Sebanyak enam kapal tempur LCU Amerika disebut menjadi sasaran di pelabuhan Al-Shuyukh.
Menurut pernyataan tersebut, tiga kapal tempur dilaporkan tenggelam setelah terkena serangan, sementara kapal lainnya terbakar.
Pada saat yang sama, IRGC juga melancarkan operasi drone terhadap sejumlah titik yang disebut sebagai pusat perkumpulan unit drone Amerika di kawasan pantai dan di salah satu hotel di Dubai.
Serangan itu dilakukan menggunakan drone penghancur dan berhasil mengenai sasaran dengan presisi.
Selain tenggelamnya kapal-kapal taktis, operasi tersebut juga menyebabkan sejumlah besar tentara Amerika tewas.
“Kami telah mengatakan sebelumnya bahwa kami akan mengikuti kalian ke mana pun kalian pergi. Kalian akan sengsara”.
Menutup pernyataannya, IRGC menegaskan Angkatan Laut Garda Revolusi akan terus membalas tindakan musuh dengan “dominasi dan kemuliaan penuh” secara telak.
