Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Media AS: Persenjataan Iran Masih Kuat, Israel Mulai Hemat Rudal Pencegat

POROS PERLAWANAN — Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan Iran masih mempertahankan kapasitas serangan militernya, sementara Israel mulai membatasi penggunaan rudal pencegat canggih untuk menjaga persediaan di tengah gelombang serangan yang terus berlangsung.

Laporan terbaru dari dua media besar Amerika Serikat pada Sabtu 28 Maret, menyoroti ketahanan kemampuan tempur Iran serta meningkatnya tekanan terhadap sistem pertahanan udara Israel setelah empat pekan konfrontasi militer yang terus berlanjut.

The Washington Post melaporkan serangan terhadap Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi menunjukkan Iran masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan efektif ke berbagai titik strategis di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan itu, serangan tersebut memperlihatkan jangkauan operasional Iran tetap utuh meski menghadapi tekanan militer berkelanjutan.

Sementara itu, The Wall Street Journal menyebut Israel mulai mengatur penggunaan rudal pencegat canggihnya demi menjaga stok pertahanan udara di tengah serangan harian yang terus berlanjut.

Laporan tersebut menunjukkan beban pertahanan Israel kian meningkat seiring intensitas serangan yang belum mereda.

Sebelumnya, sejumlah media Amerika juga melaporkan serangan Iran terhadap pangkalan Prince Sultan mengakibatkan sekitar 12 personel Militer Amerika Serikat terluka serta merusak pesawat pengisian bahan bakar milik AS di dalam kompleks pangkalan.

Namun, rincian kerusakan dan jumlah korban tersebut belum seluruhnya dikonfirmasi secara terbuka oleh otoritas pertahanan Amerika Serikat.

Iran dengan tegas menyatakan serangan-serangannya merupakan respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan wilayah, infrastruktur, dan fasilitas strategisnya.

Menurut Teheran, rentetan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kawasan serta target-target di wilayah Israel dilakukan dalam kerangka operasi yang mereka sebut sebagai “Janji Sejati 4”.

Perkembangan ini menunjukkan konflik tidak hanya berlangsung dalam bentuk serangan langsung, tetapi juga memasuki fase pengurasan kemampuan pertahanan, logistik, dan daya tahan tempur kedua pihak.

Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap sistem pertahanan udara Kawasan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *