Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Analis Irak: Pangkalan Militernya di Irak Akan Jadi Target Poros Perlawanan Jika AS Terlibat Perang dengan Iran

POROS PERLAWANAN – Seorang analis politik Irak menyatakan bahwa jika Amerika Serikat terlibat dalam perang melawan Iran, maka pasukan dan pangkalan militernya di Irak dan kawasan Timur Tengah tidak akan luput dari serangan Kelompok Perlawanan.

Dalam laporan yang dikutip IRNA pada Rabu 18 Juni, dari Kantor Berita Al-Ma’louma, Ibrahim Al-Sarraj mengungkapkan bahwa Kelompok Perlawanan Islam Irak kemungkinan akan mengambil langkah tegas terhadap kehadiran militer Amerika jika negara itu terlibat langsung dalam konflik dengan Iran.

“Amerika Serikat memiliki lebih dari 50.000 tentara yang tersebar di berbagai pangkalan di Kawasan, termasuk Pangkalan Ain al-Assad dan Harir di Irak, Al-Udeid di Qatar, serta pangkalan Angkatan Laut di Bahrain yang secara langsung mendukung rezim Zionis,” jelas Al-Sarraj.

Ia menambahkan bahwa terdapat perlawanan di dalam Kongres AS terhadap upaya Presiden Donald Trump untuk melibatkan Amerika secara langsung dalam perang dengan Iran. Senat, menurutnya, telah mengajukan permintaan agar tidak terlibat secara militer dalam konflik tersebut.

Al-Sarraj menegaskan bahwa Kelompok Perlawanan tidak akan tinggal diam menghadapi eskalasi yang terjadi, dan menjelaskan bahwa saat ini isu pengusiran pasukan AS dari Irak telah diserahkan kepada Perdana Menteri Muhammad Shia al-Sudani. Namun, baik pasukan itu tetap berada maupun meninggalkan Irak, keterlibatan langsung AS dalam perang akan memberi legitimasi bagi Kelompok Perlawanan untuk menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Dengan demikian,” lanjutnya, “Amerika akan menghadapi gelombang perlawanan besar dari kelompok-kelompok yang telah berpengalaman dalam menghadapi kekuatan militer AS.”

Sebelumnya, Anggota Koalisi Fatah (Penaklukan) Irak, Ali Hussein, juga mengingatkan bahwa Kelompok Perlawanan tidak akan terus berdiam diri, apalagi mengingat sebagian besar dari mereka berada dalam Poros Perlawanan yang menjadi musuh utama rezim Zionis.

Sementara itu, Kelompok Kataib Hizbullah Irak baru-baru ini merilis pernyataan resmi terkait situasi terkini. Mereka menegaskan bahwa Republik Islam Iran memiliki kapasitas sumber daya manusia dan kekuatan militer yang cukup untuk menghadapi agresi rezim Zionis, dan tidak membutuhkan bantuan militer dari pihak luar.

“Iran mampu menyingkirkan Netanyahu dan menghentikan pemberontakan dari rezim penjajah tersebut,” bunyi pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, Kelompok itu menegaskan bahwa setiap pergerakan Militer AS di Kawasan sedang dipantau secara ketat. Jika AS memutuskan ikut campur dalam perang antara Iran dan rezim Zionis, maka kepentingan dan pangkalan Amerika akan diserang tanpa keraguan.

Kataib Hizbullah juga menyerukan agar Pemerintah Irak bertindak secara tegas dan bertanggung jawab menghadapi dinamika bersejarah ini, dengan menutup Kedutaan Besar AS di Baghdad dan mengusir seluruh pasukan Amerika dari wilayah Irak.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *