Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Analis Israel: AS Berbohong Lantaran Khawatirkan Respons Iran

POROS PERLAWANAN – Analis Zionis di harian Maariv, Avi Ashkenazi menyatakan, narasi mengenai berbagai insiden di Selat Hormuz, baik yang berkaitan dengan penembakan rudal maupun pengerahan drone bunuh diri, atau bantahan dari AS, mengingatkan pada masa-masa ketika Israel berusaha menjustifikasi aksi-aksi Hamas dengan dalih-dalih yang tidak masuk akal.

“Operasi AS kemarin berlangsung bersamaan dengan terbitnya laporan-laporan yang saling bertentangan mengenai Iran yang menembakkan rudal ke beberapa kapal perusak dan fregat AS. Saat ini situasi belum sepenuhnya jelas. Namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dominasi Iran di medan perang menunjuk pada kenyataan sederhana: Iran, untuk saat ini, telah keluar sebagai pemenang dalam pertempuran ini,” kata Ashkenazi, Fars memberitakan.

Menurut Ashkenazi, pada kenyataannya, narasi peristiwa di Selat Hormuz—baik mengenai penembakan rudal maupun pengerahan drone bunuh diri, serta baik dalam bantahan Amerika maupun penjelasan Iran—mengingatkan pada masa ketika Israel berusaha menjustifkasi tindakan Hamas dengan dalih-dalih yang lemah. Saat itu, Israel mengeklaim bahwa tembakan-tembakan roket disebabkan oleh sambaran petir, demi menghindari putaran konflik baru. Semua orang tahu bagaimana narasi-narasi palsu tersebut pada akhirnya berujung pada Operasi 7 Oktober 2023.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menggambarkan “Proyek Kebebasan” Amerika di Selat Hormuz sebagai “Proyek Kebuntuan.” Ia menyatakan bahwa perkembangan di selat tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa krisis politik tidak memiliki solusi militer.

“Meskipun negosiasi berjalan berkat upaya Pakistan, AS harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam kubangan oleh pihak-pihak yang berniat buruk. Uni Emirat Arab juga harus demikian,” cuit Araghchi.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *