Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Analis Qatar: Trump Hanya Utamakan Stabilitas Pasar AS, Abaikan ‘Nasib’ Sekutu Teluk

[Video] Perlakuan Merendahkan Trump terhadap Emir Qatar

POROS PERLAWANAN — Analis politik berbasis di Qatar, Nayef Nahar menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump lebih berfokus pada stabilitas pasar domestik dibanding perlindungan sekutu di Teluk Persia. Kritik disampaikan saat ketegangan Kawasan meningkat akibat konflik yang memasuki minggu kelima.

Dalam unggahan di platform X pada Selasa 24 Maret, Nahar menyebut Washington membiarkan negara-negara Teluk menghadapi dampak eskalasi. Serangan balasan Iran ke pangkalan dan aset Amerika di Kawasan dinilai terjadi tanpa perlindungan memadai bagi mitra regional.

Nahar menyoroti keputusan Trump yang menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah tersebut dinilai dipengaruhi kekhawatiran terhadap gejolak harga energi.

“Hari ini, Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena takut akan fluktuasi harga pasar AS”, tulis Nahar.

“Selama lebih dari dua puluh hari, masyarakat Teluk menjadi sasaran serangan rudal Iran dan ekonomi Kawasan menanggung kerugian besar tanpa perubahan kebijakan”.

Ia juga mengungkap peringatan dari pejabat Teluk tidak mendapat respons sebelum serangan terhadap ladang gas Iran.

“Ketika Menteri Energi Qatar memperingatkan bahwa serangan itu akan memicu balasan terhadap fasilitas energi di Teluk, peringatan tersebut diabaikan”, tulisnya.

“Mereka tetap menyerang Iran dan meninggalkan negara-negara Teluk menghadapi risiko sendiri”.

Menurut Nahar, serangan terhadap infrastruktur energi Iran tidak menghasilkan keuntungan strategis yang jelas. Dampak ekonomi justru dirasakan negara-negara Teluk dan dinilai hanya memberi keuntungan bagi perusahaan energi Amerika.

“Serangan terhadap ladang gas Iran tidak memberi keuntungan strategis, tetapi menimbulkan kerugian besar bagi sektor energi Teluk”, tulisnya.

Ia menilai fokus kebijakan Washington terbatas pada stabilitas pasar energi.

“Trump hanya berbicara tentang Selat Hormuz atau harga minyak. Dalam perspektif itu, nilai keamanan Kawasan menjadi prioritas sekunder”, tulis Nahar.

Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Iran terus melancarkan serangan balasan ke target militer Israel serta aset Amerika di Kawasan sebagai respons atas operasi militer yang dimulai akhir Februari.

Pekan lalu, Trump sempat menyampaikan ancaman terhadap infrastruktur energi Iran terkait akses pelayaran di Selat Hormuz. Rencana tersebut kemudian tidak dilanjutkan. Alasan resmi dari Pemerintah Amerika Serikat belum disampaikan secara rinci.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *