Analis Zionis: Tak Ada Masa Depan Bagi Israel
POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah artikel di Haaretz, analis Israel, Odeh Bisharat mengutarakan keyakinannya bahwa generasi mendatang akan membayar harga mahal atas kejahatan-kejahatan Rezim Zionis.
“Dalam wawancara dengan stasiun televisi AS, CBS, seorang petinggi Mossad berbicara tentang ledakan pager para anggota Hizbullah Lebanon. Dia berkata,’Kami tidak sedang menciptakan dunia yang kita kehendaki. Kami adalah korporasi yang memproduksi film-film dunia. Kami yang menulis skenario, menjadi sutradara dan produsen, dan memainkan peran utama, sementara seluruh dunia adalah pentas drama kami.’” tulis Bisharat, diberitakan Mehr.
Menurutnya, hanya satu hal yang tidak dikatakan petinggi Mossad tersebut, yaitu bahwa “kami adalah Tuhan.”
“Israel tidak meyakini perdamaian setara. Israel hanya menerima jika pihak lain tunduk di hadapannya. Israel ingin semua hina di depannya. Jika ada yang menolak berlutut di hadapannya, Israel akan memukulinya. Pesawat-pesawat dan rudal-rudal AS disiapkan di gudang-gudang Militer Israel untuk melakukan operasi.”
“Kita hanya punya kapasitas hidup hari ini. Tak ada hari esok untuk Israel. Tak ada orang yang memedulikan apa yang akan terjadi 10 tahun ke depan. Tiap generasi akan menanggung konsekuensi kebodohan generasi sebelumnya.”
“Bangsa-bangsa Arab marah, bukan hanya kepada Israel, tapi lebih kepada para penguasa mereka, yang enggan bertindak untuk mengakhiri derita saudara-saudara mereka di Gaza.”
“Di Tel Aviv, protes atas kejahatan di Gaza lebih banyak dari protes-protes di rezim-rezim (Arab) tersebut.”
“Di Israel, tidak ada yang mengerti mentalitas Arab. Mereka tidak paham kenapa bangsa-bangsa Arab bersimpati kepada kelompok-kelompok fanatik religius seperti Hizbullah, Iran, dan Houthi.”
“Jawabannya jelas, sebab tidak ada produk lain lagi di pasar. Selain mereka yang saya sebutkan, tak ada yang membela Palestina. Sebab, tak satu pun rezim sekular Arab yang bertindak untuk menghentikan pembantaian di Gaza. Tak terlihat satu pun dari negara-negara Aran anggota Kesepakatan Abraham yang bahkan menekan Israel untuk menghentikan perang.”
“Jika anak-anak di Israel ditanya soal cara menghadapi Yaman, mereka akan menjawab bahwa para pimpinan Houthi harus dibunuh. Namun apakah kita tidak bisa berdialog dengan Houthi, alih-alih melakukan operasi teror?”
“Dengan cara apa pun, baik langsung atau tidak langsung, Houthi bisa diajak berdialog. Jika kalian mendengarkan pandangan mereka, kalian akan mendapatkan sebuah jawaban gamblang: gencatan senjata di Gaza.”
“Ini adalah pandangan seluruh dunia. AS, Eropa, negara-negara Arab, dan mayoritas publik Israel juga menghendaki gencatan senjata. Dengan demikian, krisis ini bisa diatasi tanpa harus mematahkan tulang-tulang,” pungkas Bisharat.
