Mantan Direktur Mossad: Israel Tak Bisa Sendirian Hadapi Yaman
POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, statemen para pejabat Rezim Zionis soal kemungkinan serangan ke Yaman mendapat tanggapan dari mantan Direktur Mossad.
Yossi Cohen berpendapat, Israel tidak sanggup sendirian melawan Angkatan Bersenjata Yaman.
Para petinggi Rezim Zionis menyatakan, tanpa adanya informasi akurat, serangan-serangan ke infrastruktur Yaman tidak akan efektif.
Mereka berpendapat, Tel Aviv harus membentuk sebuah aliansi lokal Yaman untuk menghadapi ancaman-ancaman Ansharullah.
Front Yaman kini menjadi pusat ancaman bagi Rezim Zionis. Berbagai agresi ke Yaman tidak berpengaruh sedikit pun dalam pembelaan Ansharullah untuk Palestina.
Pusat Riset Keamanan Israel menyatakan, rudal-rudal Yaman membuat orang-orang Zionis ketakutan tiap malam.
Sementara itu, Rai al-Youm memberitakan bahwa Menteri Energi Israel, Eli Cohen secara terbuka mengancam akan meneror Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdulmalik al-Houthi.
“Saya mengirim pesan kepada Pemimpin Houthi. Jika ia melanjutkan tindakan-tindakannya, ia akan bernasib serupa dengan Yahya Sinwar dan Hasan Nasrallah,” ujar Cohen.
“Kami di Gaza dan Lebanon bertindak berdasarkan sebuah sistem dan strategi jelas. Kini kami fokus kepada Yaman dan Iran. Sebaiknya saya katakan bahwa jika Iran dibiarkan begitu saja, instabilitas di Timur Tengah akan berlanjut.”
Sebelum ini, PM Benyamin Netanyahu dan Menteri Perang, Yisrael Katz juga telah mengumbar ancaman teror terhadap para pimpinan Ansharullah.
Dalam sebuah wawancara televisi, petinggi Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti merespons ancaman Rezim Zionis tersebut. Ia mengatakan, jika AS, Inggris, atau Israel menargetkan para pimpinan Ansharullah, Yaman akan melakukan pembalasan setimpal terhadap para pimpinan militer dan politik musuh.
“Kami punya kekuatan dan keberanian untuk melakukan tindakan serupa,” tegas al-Bukhayti.
Ia menegaskan, para pimpinan Ansharullah berharap untuk bertemu Allah dalam keadaan syahid. Sebab itu, mereka tidak takut sedikit pun dalam perang melawan AS, Inggris, dan Israel.
