Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ansharullah: ‘Pukulan Telak Menanti Arab Saudi’ yang Dukung AS Agresi Yaman

Ancaman Ansarullah: “Pukulan Telak Menanti Arab Saudi” Atas Bantuan Kepada AS

POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah pernyataan pedas yang dikutip harian Kayhan pada Selasa (16/4), seorang anggota senior Biro Politik Ansarullah Yaman memperingatkan bahwa “pukulan telak menanti Arab Saudi” menyusul keterlibatan langsung Riyadh dalam mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Yaman.

Ancaman ini bukan retorika kosong. Ia lahir dari delapan tahun perlawanan berdarah, yang justru menguatkan Ansarullah ketimbang melemahkannya. Sejak meluncurkan agresi militer bertajuk “Badai Ketegasan” pada 2015, Saudi dengan dukungan penuh dari Washington dan London, bermimpi menaklukkan Sanaa dalam hitungan minggu. Namun delapan tahun berselang, bukan hanya mimpi itu hancur, tetapi realitas geopolitik kawasan telah dibalik sepenuhnya oleh kekuatan perlawanan rakyat Yaman.

Ansarullah kini tak sekadar bertahan. Mereka menguasai jantung strategis Yaman, melancarkan operasi balasan ke jantung ekonomi Saudi, dan mengembangkan kekuatan rudal serta drone yang berhasil melumpuhkan separuh produksi minyak Saudi dalam serangan spektakuler ke fasilitas Aramco di Abqaiq dan Khurais pada 2019.

Hari ini, ketakutan rezim Riyadh bukan fiksi. Ini ketakutan yang tumbuh dari keruntuhan mitos keunggulan militer dan dari fakta bahwa perang proksi Barat di Yaman telah berubah menjadi kuburan impian kolonial baru di Semenanjung Arabia.

Kini, Riyadh kembali bermain api. Menurut Al-Azzi Rajeh, anggota Biro Politik Ansarullah, “Arab Saudi membayar miliaran dolar untuk pengerahan kapal-kapal perang Amerika guna mengepung Yaman.” Rajeh menambahkan bahwa “setiap intervensi Saudi atau negara lain demi membantu musuh-musuh Amerika akan dibalas dengan pukulan keras dari Yaman.”

Pernyataan ini disampaikan menyusul serangkaian serangan udara brutal yang dilakukan jet tempur Amerika di wilayah barat Yaman. Pada Senin malam, AS membombardir Pulau Kamran di Laut Merah, diikuti tiga serangan tambahan ke Al-Juhf dan Al-Qadir di provinsi Al-Jawf, serta dua serangan lain ke wilayah Al-Abdiyah di Marib. Belum ada laporan resmi mengenai korban, namun eskalasi ini mempertegas agresi terbuka AS terhadap rakyat Yaman.

Riyadh Diambang Petaka, Washington Menyulut Api Baru

Sumber-sumber di lapangan mengindikasikan bahwa Arab Saudi tengah mempertimbangkan dukungan logistik dan bahkan militer untuk operasi darat bersama AS, menargetkan pelabuhan strategis Hodeidah, salah satu nadi kehidupan rakyat Yaman. Langkah ini diperkirakan menjadi hasil dari “konsesi” yang dijanjikan Washington, namun sebagaimana sejarah mencatat, setiap konsesi dari AS terhadap rezim-rezim boneka Arab lebih mirip perangkap geopolitik ketimbang investasi kestabilan.

Jika Saudi terjun lagi dalam petualangan militer atas nama Amerika, mereka bukan hanya mengulangi kebodohan masa lalu, tetapi sedang mengundang kehancuran ke dalam negeri mereka sendiri. Ansarullah telah membuktikan bahwa mereka bisa menyeberangi perbatasan, menembus jantung kota-kota Saudi, dan mengguncang sistem keamanan dalam negeri yang rapuh.

“Selama Gaza Tidak Aman, Wilayah Ini Juga Tidak Akan Aman”

Sementara itu, Hizam al-Assad, anggota Biro Politik Ansarullah, melontarkan peringatan keras kepada Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Barat lain. “Selama Gaza tidak aman, kunjungan Presiden AS ke kawasan ini juga tidak akan aman,” ujarnya. Ia menambahkan, “Pertumpahan darah yang terus berlanjut di Yaman dan Palestina akan dibayar mahal oleh para penjajah dan pendukungnya. Keamanan Laut Merah dan Mediterania bergantung pada dihentikannya perang terhadap Gaza.”

Dalam dunia yang penuh persekongkolan dan tirani, suara Ansarullah mengingatkan kita bahwa kehormatan bukan dibeli dengan dolar, tapi ditebus dengan darah. Dan bahwa siapa pun yang membantu Zionis dan Amerika dalam menjajah tanah Arab, harus bersiap menghadapi kobaran amarah rakyat yang tak lagi bisa dibungkam.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *