Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Anggaran Militer AS Cetak Rekor Tertinggi

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act/NDAA) dengan nilai anggaran sebesar 901 miliar Dolar AS. Undang-undang tersebut menjadi dasar kebijakan dan pendanaan sektor pertahanan Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2026.

Mengutip Kantor Berita Tasnim pada Jumat 19 Desember, penandatanganan dilakukan pada Kamis setelah rancangan undang-undang itu disahkan oleh Kongres AS. Nilai anggaran tersebut tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah pengeluaran militer Amerika Serikat.

Anggaran pertahanan 901 miliar Dolar AS itu sekitar 8 miliar Dolar lebih tinggi dibandingkan permintaan awal yang diajukan Pemerintahan Trump. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan Departemen Pertahanan, termasuk belanja persenjataan, operasional Militer, dan kebijakan strategis keamanan nasional.

Dalam undang-undang tersebut, Pemerintah AS juga menyetujui bantuan keamanan sebesar 800 juta Dolar AS untuk Ukraina. Bantuan itu akan disalurkan melalui program Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (Ukraine Security Assistance Initiative) selama dua tahun, dengan alokasi 400 juta Dolar AS per tahun.

Selain itu, NDAA mencakup kenaikan gaji personel Militer AS hampir 4 persen, pendanaan untuk pengadaan kapal perang, pesawat tempur, serta sistem persenjataan rudal baru. Undang-undang tersebut juga menetapkan pembatasan tambahan terhadap investasi yang berkaitan dengan China.

Pada aspek kebijakan luar negeri, undang-undang ini membatasi kewenangan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Eropa. Ketentuan ini disahkan di tengah kritik Presiden Trump terhadap negara-negara anggota NATO di Eropa yang dinilainya terlalu bergantung pada Amerika Serikat dalam hal pertahanan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *