Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Kepolisian London Siap Jual Sejumlah Kantor Polisi di Tengah Pemotongan Anggaran

POROS PERLAWANAN – Kepolisian Metropolitan London mengumumkan rencana untuk menjual dan menutup sejumlah gedung serta kantor polisi sebagai bagian dari penyesuaian anggaran di tengah tekanan ekonomi dan pemotongan belanja publik di Inggris.

Menurut Kantor Berita IRNA, rencana tersebut tertuang dalam dokumen Strategi Aset Kepolisian London yang diterbitkan pada Jumat 19 Desember. Dokumen itu memaparkan pengurangan berkelanjutan terhadap infrastruktur kepolisian serta kemungkinan penjualan tambahan dalam beberapa tahun mendatang, seiring keterbatasan sumber daya dan meningkatnya biaya pemeliharaan gedung.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Kepolisian Metropolitan menghadapi defisit pemeliharaan bangunan yang diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar Poundsterling. Kondisi ini, bersama keterbatasan pendanaan untuk kepolisian lapangan, mendorong lembaga tersebut mengambil langkah penghematan.

Berdasarkan laporan media Inggris, Kepolisian Metropolitan menyatakan hanya dua kantor polisi, Charing Cross dan Lewisham yang akan tetap beroperasi selama 24 jam setiap hari. Kantor polisi lainnya akan menerapkan jam operasional terbatas atau mengurangi layanan tatap muka bagi masyarakat.

Sementara itu, kantor polisi Holloway dan Stratford disebut akan ditutup setelah personel dipindahkan ke fasilitas baru. Kepolisian menyatakan keputusan penjualan aset akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perubahan pola kejahatan dan kondisi keuangan.

Jumlah gedung operasional Kepolisian Metropolitan dilaporkan telah menurun dari sekitar 620 bangunan pada 2010 menjadi sekitar 200 saat ini. Dari penjualan sejumlah properti, kepolisian menargetkan pemasukan sekitar 72 juta Poundsterling.

Dalam keterangannya, Kepolisian Metropolitan menyebutkan bahwa pelaksanaan penuh rencana 10 tahun mereka membutuhkan pendanaan modal sekitar 2,4 miliar Poundsterling serta pendanaan rutin tahunan sebesar 235 juta Poundsterling. Namun, hingga kini hanya sekitar 30 persen dari kebutuhan pendanaan modal dan 70 persen dari anggaran rutin yang tersedia.

Kepala Kepolisian Metropolitan, Mark Rowley mengatakan strategi tersebut merupakan rencana realistis dalam kondisi tekanan keuangan yang dihadapi lembaganya.

Di sisi lain, sejumlah pihak mengkritik kebijakan pengurangan kantor polisi karena dinilai dapat membatasi akses masyarakat terhadap layanan keamanan. Kritik tersebut muncul di tengah data resmi yang menunjukkan peningkatan beberapa indikator kejahatan di London.

Laporan terbaru Kantor Statistik Nasional Inggris mencatat bahwa kasus serangan terkait pisau di wilayah Kepolisian Metropolitan meningkat sekitar 9 persen pada periode 12 bulan hingga Maret 2025, dengan total lebih dari 16.000 kasus.

Tekanan anggaran terhadap kepolisian terjadi seiring melemahnya kondisi ekonomi Inggris secara umum. Produk domestik bruto Inggris tercatat hanya tumbuh sekitar 0,1 persen pada kuartal ketiga 2025. Bank of England juga memangkas suku bunga menjadi 3,75 persen pada Desember untuk merespons lemahnya permintaan dan risiko perlambatan ekonomi.

Data resmi Pemerintah menunjukkan pinjaman sektor publik mencapai lebih dari 132 miliar Poundsterling dalam delapan bulan pertama tahun fiskal berjalan, yang menambah tekanan untuk melakukan penghematan belanja publik.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *