Anggota Knesset Boikot Pidato Donald Trump di Parlemen Israel
POROS PERLAWANAN – Sejumlah tokoh politik di Israel dilaporkan memboikot pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Knesset, sebagai bentuk penolakan terhadap gencatan senjata yang digagas Washington untuk Gaza.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Kantor Berita Quds pada Senin 13 Oktober, Saluran TV Israel 12 melaporkan bahwa Anggota Knesset sekaligus Ketua Partai Noam, Avi Mauz menyatakan secara terbuka bahwa ia tidak akan menghadiri pidato Trump di parlemen Israel.
Menjelaskan alasannya, Mauz menyatakan, “Anda harus benar-benar buta untuk percaya bahwa rencana gencatan senjata Trump akan berhasil.”
Sikap serupa juga diambil oleh Wakil Ketua Knesset dari Partai Otzma Yehudit (Yudaisme Kekuatan), Limor Son-Har. Dalam pernyataannya di platform X (Twitter), ia menulis: “Trump menyebut kesepakatan ini sebagai perjanjian damai, padahal sebenarnya ini adalah perjanjian yang memalukan”.
Sejumlah anggota parlemen Israel menilai bahwa keamanan Rezim Zionis justru melemah akibat penandatanganan perjanjian yang dimaksud.
Son-Har menambahkan: “Kita sedang menyaksikan reorganisasi Hamas di Gaza. Mereka bersiap merebut kembali kendali atas wilayah tersebut segera setelah pasukan kita ditarik keluar.”
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump tiba di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, sekitar satu jam sebelum acara berlangsung. Dalam kunjungannya ke Israel, Trump dijadwalkan menghadiri perayaan berakhirnya perang di Gaza serta pertukaran tahanan, sebelum menyampaikan pidatonya di hadapan anggota Knesset.
