Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Tiongkok: Setiap Rencana bagi Masa Depan Gaza Harus Hormati Kehendak Rakyat Palestina

POROS PERLAWANAN — Menanggapi perkembangan terbaru di Jalur Gaza serta berbagai rencana untuk mengakhiri konflik antara Rezim Zionis dan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan bahwa setiap perencanaan terkait masa depan Gaza harus menghormati kehendak dan aspirasi rakyat Palestina.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Senin 13 Oktober, Hamas mengumumkan bahwa Brigade Al-Qassam dan Kelompok-kelompok Perlawanan di Jalur Gaza akan membebaskan 20 tahanan Israel sebagai bagian dari pelaksanaan tahap pertama rencana penghentian perang terhadap Gaza.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan: “Dengan langkah ini, Gerakan Hamas menunjukkan komitmennya terhadap kesepakatan yang telah dicapai, dan menekankan perlunya para mediator internasional memaksa pihak Zionis untuk mematuhi seluruh ketentuan perjanjian tersebut hingga tuntas.”

Menanggapi perkembangan ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian menyatakan bahwa Beijing menyambut baik dan mendukung segala upaya yang bertujuan mewujudkan perdamaian serta meringankan krisis kemanusiaan di Gaza.

“Prioritas utama saat ini adalah mencapai gencatan senjata yang menyeluruh dan berkelanjutan, mengurangi krisis kemanusiaan secara nyata, serta memulihkan stabilitas di Kawasan,” ujar Lin Jian.

Ia menegaskan pula bahwa pengelolaan Gaza pascaperang harus didasarkan pada prinsip “Gaza dikelola oleh rakyat Palestina sendiri”, bukan oleh kekuatan eksternal.

“Setiap rencana atau pengaturan mengenai masa depan Gaza harus menghormati kehendak dan harapan rakyat Palestina, serta sejalan dengan Solusi Dua Negara,” tambahnya.

Lin Jian menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Tiongkok untuk terus memainkan peran konstruktif sebagai kekuatan yang bertanggung jawab. Beijing, katanya, akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong tercapainya solusi yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan bagi masalah Palestina.

Sementara itu, sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan, dilaporkan bahwa 1.966 tahanan Palestina dijadwalkan akan dibebaskan dari penjara-penjara Israel pada hari yang sama.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *