Ansarullah: Timur Tengah Bergerak Menuju Ledakan Besar, AS Akan Menjadi Pihak yang Paling Rugi
POROS PERLAWANAN — Anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, Abdullah al-Naami, memperingatkan Timur Tengah berada di ambang “ledakan besar” akibat agresi terhadap Iran dan berlanjutnya blokade terhadap Yaman. Menurutnya, Amerika Serikat akan menjadi pihak yang paling merugi apabila perang berskala luas benar-benar pecah.
Dilansir Mehr News, Al-Naami mengatakan dalam wawancara dengan Al Mayadeen pada Minggu (19/7/2026) bahwa Amerika Serikat berulang kali menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap berbagai kesepakatan internasional.
“Amerika tidak berkomitmen terhadap kesepakatan, dan hal itu telah terbukti dalam lebih dari satu perang. Kawasan bergerak menuju ledakan besar akibat agresi terhadap Iran dan blokade terhadap Yaman,” ujarnya.
Al-Naami menilai, apabila konflik regional berkembang menjadi perang terbuka, Amerika Serikat akan menjadi pihak yang menanggung kerugian terbesar. Ia juga menuding Israel berhasil menyeret Washington untuk terlibat dalam perang melawan Iran.
Selain itu, Al-Naami melontarkan peringatan kepada Arab Saudi. Menurutnya, negara tersebut memiliki banyak sasaran strategis yang berada dalam jangkauan Angkatan Bersenjata Yaman.
“Kami siap membayar harga setinggi apa pun demi mengakhiri blokade. Kawasan berada di ambang ledakan dan Arab Saudi mengetahui hal itu,” katanya.
Lebih lanjut, Al-Naami menyatakan Yaman tengah mengevaluasi berbagai opsi yang dimilikinya. Ia memperingatkan bahwa apabila Amerika Serikat bersama Arab Saudi memutuskan melancarkan perang terhadap Yaman, keduanya akan menghadapi konsekuensi yang berat.
Ia juga menegaskan koordinasi dengan Poros Perlawanan berlangsung secara penuh dan menyebut seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan medan pertempuran.
Mengenai Bandara Internasional Sanaa, Al-Naami mengatakan bandara tersebut terbuka bagi penerbangan dari seluruh negara. Namun, ia memperingatkan bahwa setiap tindakan Arab Saudi terhadap penerbangan yang menuju atau berangkat dari Bandara Sanaa akan memicu respons berskala luas dan berpotensi menyulut eskalasi di kawasan.
Al-Naami juga mengungkapkan Arab Saudi sebelumnya pernah menyampaikan sejumlah tawaran kepada Ansarullah, antara lain berupa konsesi finansial maupun perluasan pengaruh gerakan itu di wilayah Yaman. Meski demikian, ia menegaskan Ansarullah tidak akan tinggal diam dan masih memiliki berbagai opsi untuk merespons perkembangan situasi.
