Ansharullah kepada Tim Negosiator Palestina: Andalkan Dukungan Militer Kami dalam Perundingan Kalian
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Mayadeen, salah satu anggota Kantor Politik Ansharullah, Abdullah al-Naami menegaskan berlanjutnya perang Yaman melawan Rezim Zionis. Di saat bersamaan, ia mempersilakan Tim Negosiator Palestina untuk mengandalkan Yaman dan dukungan militernya.
“Kami punya kemampuan untuk bertahan. Kami siap memberikan pukulan mematikan kepada musuh ini,” kata al-Naami kepada al-Mayadeen.
Ditujukan kepada para negosiator Palestina, al-Naami mengatakan,”Kami di Yaman mendukung dan menyokong kalian. Saat kalian berunding (dengan Israel), berikan pukulan dengan pedang kami dan andalkan dukungan militer kami.”
Dalam wawancara dengan al-Jazeera, Wasekjen Jihad Islam, Muhammad al-Handi mengutarakan pendapatnya bahwa Perlawanan Palestina telah mendekati kesepakatan dengan Rezim Zionis terkait pertukaran tawanan, meski hanya sebuah kesepakatan parsial.
“Perundingan (tidak langsung) dengan Rezim Pendudukan terkait hal ini masih berlanjut. Perang di Gaza tidak akan berlarut-larut,” kata al-Handi.
Menurutnya, Israel gagal dalam mengakhiri perang dan memaksa warga Gaza menyerah. Al-Handi menilai, tekanan lapangan Israel di Gaza adalah upaya Tel Aviv untuk memaksakan syarat-syarat baru di meja perundingan.
Media-media Zionis mengeklaim, akhir-akhir ini telah terjadi “kemajuan besar” dalam perundingan pertukaran tawanan dengan Hamas. Hal ini mendorong Israel mengirim delegasinya ke Ibu Kota Qatar.
Analis Israel, Barak Ravid mengutip pernyataan dari Otoritas Rezim Zionis bahwa delegasi yang terdiri dari wakil Mossad, Shin Bet, dan Militer akan berangkat ke Doha. Israel disebut berusaha meraih kesepakatan pertukaran tawanan dan gencatan senjata di Gaza sebelum Donald Trump disumpah sebagai Presiden AS.
