Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ansharullah Kritik Utusan PBB yang Selalu Sudutkan Sanaa

POROS PERLAWANAN – Anggota Kantor Politik Ansharullah, Husain al-Azzi pada hari Selasa 7 Desember mengunggah cuitan di laman pribadi medsos X-nya. Dalam cuitan tersebut, al-Azzi menyebut AS sebagai penyebab utama belum teratasinya perselisihan di Yaman.

“AS negara yang menghalang-halangi berbagai pihak menjalankan peta jalan Yaman. Washington bersikeras mengaitkan komitmen pihak-pihak Yaman dengan problem Israel,” cuit al-Azzi, diberitakan Fars.

Utusan PBB, Hans Grundberg tiba di Ibu Kota Yaman pada Senin 6 Desember lalu. Dia mengeklaim, Ansharullah mesti “melakukan tindakan konkret dan substantif untuk melancarkan proses perdamaian.”

Menanggapi pernyataan Grundberg, al-Azzi mengatakan,”Lawatan Grundberg ke Sanaa bertujuan untuk membersihkan nama pihak-pihak lawan dan menutup-nutupi tindakan mereka yang enggan menjalankan peta jalan.”

Menurut al-Azzi, pihak-pihak lawan melakukan berbagai tindakan permusuhan, baik secara militer atau intelijen. Namun Utusan PBB berperilaku seolah “bola ada di lapangan Sanaa.”

“Ini adalah hal yang memprihatinkan dan tidak bisa diterima,” tegas al-Azzi.

Pada hari Minggu lalu, Grundberg mengumumkan telah melakukan perundingan dengan Otoritas Oman terkait perkembangan Yaman.

Lawatan Grundberg ke Muscat dan Sanaa dilakukan di tengah terjadinya konfrontasi militer antara Ansharullah dan pasukan pro-Saudi di Provinsi Taiz. Konfrontasi ini berpotensi merusak gencatan senjata yang sudah berjalan sejak 2 tahun lalu.

Sehubungan dengan tindakan permusuhan negara-negara asing terhadap Sanaa, Badan Intelijen Yaman dalam statemen yang dirilisnya mengumumkan bahwa pihaknya telah menggagalkan aktivitas spionase Badan Intelijen Inggris (MI6) dan Badan Intelijen Saudi di negara tersebut.

Aktivitas spionase Inggris-Saudi itu meliputi pengamatan atas fasilitas-fasilitas rudal dan drone, basis-basis militer dan keamanan, serta rumah para pemimpin Yaman dan tempat-tempat yang mereka kunjungi.

Para mata-mata yang ditangkap itu dilatih oleh perwira Intelijen Inggris-Saudi di Riyadh. Mereka kembali ke Yaman setelah menjalani pelatihan untuk menggunakan perangkat serta teknologi spionase.

Statemen ini menyebutkan bahwa MI6 menggunakan wilayah Saudi sebagai pusat aktivitas intelijen terhadap Yaman.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *