Araghchi Peringatkan Trump soal Penggunaan Aset Iran sebagai Ganti Rugi
POROS PERLAWANAN–Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa penggunaan aset Iran yang disita oleh Amerika Serikat untuk membayar kerugian di masa depan akan menciptakan preseden berbahaya yang mengancam keamanan aset milik negara-negara di seluruh dunia.
Menurut laporan IRNA, peringatan itu disampaikan Araghchi pada Jumat (24/7) sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut seluruh kerugian yang berkaitan dengan kapal, muatan, maupun pihak terkait akan dibayar menggunakan aset Iran yang dibekukan dan berada di bawah kendali pemerintah AS.
“Penyitaan aset suatu negara untuk membayar tuntutan yang mungkin muncul di masa depan dan tidak memiliki keterkaitan merupakan preseden yang berbahaya serta memicu ketegangan,” kata Araghchi.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang menyambut atau memperoleh keuntungan dari langkah tersebut harus menyadari konsekuensi jangka panjangnya.
“Mereka yang menyambut atau memperoleh keuntungan dari sumber dana seperti itu harus mengingat bahwa ketika negara-negara menjadikan penyitaan harta milik pihak lain sebagai praktik yang lazim, tidak akan ada lagi aset yang menikmati keamanan dan kekebalan,” ujarnya.
Melalui akun X, Araghchi juga mengingatkan bahwa praktik semacam itu hanya akan melahirkan kekacauan dan ketidakstabilan.
“Kekacauan dan ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh praktik semacam itu tidak akan menyenangkan dan juga tidak akan membawa perdamaian,” tulisnya.
Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa hingga pemberitahuan lebih lanjut, seluruh kerugian yang berkaitan dengan kapal, muatan, maupun aset terkait akan dibayar menggunakan aset dan dana Iran yang telah disita oleh Amerika Serikat.
Ia mengatakan nilai kerugian tersebut berpotensi sangat besar, namun menilai kebijakan itu sebagai langkah yang “adil dan wajar”.
