Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi Sebut Pasukan AS Sengaja Gunakan Warga Sipil Teluk sebagai ‘Perisai Manusia’

POROS PERLAWANAN— Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat meninggalkan pangkalan militer di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (P-GCC) sejak awal perang, lalu berlindung di hotel dan kantor sipil sambil menempatkan warga setempat dalam risiko.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi melalui unggahan di platform X pada Jumat 27 Maret, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di negara-negara GCC untuk bersembunyi di hotel dan kantor. Mereka menggunakan warga negara GCC sebagai perisai manusia”, tulis Araghchi.

Dalam unggahan yang sama, Araghchi membandingkan situasi tersebut dengan praktik di Amerika Serikat, yang menurutnya tidak memberi ruang bagi personel militer untuk menginap di lokasi yang dapat membahayakan warga sipil.

“Hotel-hotel di AS menolak pemesanan dari petugas yang dapat membahayakan pelanggan. Hotel-hotel di negara-negara P-GCC seharusnya melakukan hal yang sama,” kata Araghchi.

Pernyataan Araghchi juga muncul di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah lokasi di wilayahnya sejak 28 Februari. Otoritas Iran menyebut sejumlah fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan sarana olahraga, ikut menjadi sasaran.

Media dan pejabat Iran juga menyatakan Angkatan Bersenjata negara itu terus melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap target-target yang terkait dengan Israel dan aset militer Amerika Serikat di Kawasan.

Selain itu, Iran juga melarang lalu lintas kapal tanker yang berafiliasi dengan pihak yang dianggap bermusuhan oleh Iran di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling strategis di dunia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *