Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi Tegaskan Penolakan Negosiasi Apapun dengan AS

POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk negosiasi apapun dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan jaringan televisi Amerika PBS, pada Selasa 10 Maret, saat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus meningkat.

Araghchi menilai pengalaman perundingan sebelumnya meninggalkan catatan pahit bagi Teheran.

“Topik dialog atau negosiasi dengan Amerika tidak akan kembali ke agenda kami. Kami memiliki pengalaman sangat pahit dalam berunding dengan mereka,” kata Araghchi.

Sikap Pemimpin Baru Ditunggu

Araghchi juga menyinggung perhatian publik terhadap pidato Pemimpin Revolusi dan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru, Sayyid Mujtaba Khamenei.

Pernyataan Pemimpin Tertinggi baru tersebut diperkirakan memberi arah penting bagi kebijakan politik dan keamanan Iran dalam fase konflik saat ini.

Operasi Militer Terus Berjalan

Araghchi menegaskan operasi militer Iran tetap berlangsung selama kondisi konflik berlanjut.

“Peluncuran rudal kami terus berlangsung. Iran siap melanjutkan serangan rudal terhadap mereka kapanpun diperlukan,” kata Araghchi.

Araghchi juga menilai rencana awal Washington dalam operasi militer terhadap Iran tidak mencapai target yang diharapkan. Perhitungan perubahan cepat dalam beberapa hari pertama konflik tidak terwujud di lapangan.

Serangan terhadap Warga Sipil

Araghchi menegaskan serangan Amerika Serikat menyasar wilayah sipil serta infrastruktur publik di Iran. Target serangan mencakup kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, serta fasilitas infrastruktur.

Menurut Araghchi, serangan tersebut menyebabkan gugurnya 168 pelajar perempuan di Kota Minab saat berada di ruang kelas.

Strategi Washington Dinilai Tidak Jelas

Araghchi menilai kebijakan Washington menunjukkan ketidakkonsistenan dalam strategi perang. “Washington mengalami kebingungan yang jelas. Tidak terlihat akhir realistis bagi perang ini,” kata Araghchi.

Dampak konflik juga terlihat pada fluktuasi harga minyak global sejak awal perang. Menurut Araghchi, tujuan utama Amerika Serikat dalam konflik tersebut belum tercapai setelah sepuluh hari operasi militer berlangsung.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *