Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Kharrazi: Iran Siap Hadapi Perang Panjang Lawan AS, Jalur Diplomasi Tertutup

POROS PERLAWANAN — Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi menilai jalur diplomasi dengan Amerika Serikat tidak lagi terbuka setelah rangkaian serangan militer terbaru terhadap Iran. Teheran disebut siap menghadapi konflik jangka panjang jika konfrontasi terus berlanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kharrazi dalam wawancara dengan CNN pada Senin malam 9 Maret, di tengah meningkatnya eskalasi konflik regional.

“Saya tidak lagi melihat ruang bagi diplomasi. Donald Trump menipu pihak lain dan tidak menepati janji. Kami mengalami hal tersebut dalam dua putaran perundingan. Saat proses negosiasi berlangsung, serangan militer justru terjadi,” kata Kharrazi.

Tekanan Ekonomi Global

Kharrazi menilai konflik yang berlangsung memicu tekanan ekonomi luas di berbagai negara, terutama terkait inflasi serta pasokan energi.

Negara-negara kawasan Teluk dan mitra internasional dinilai memiliki peran penting untuk mendorong penghentian konflik.

“Negara-negara Arab di Teluk Persia dan negara lain harus memberi tekanan kepada Amerika Serikat untuk menghentikan perang,” kata Kharrazi.

Tekanan ekonomi global diperkirakan meningkat jika konflik terus berlanjut.

“Jika perang berlanjut, tekanan ekonomi akan meningkat dan negara lain tidak memiliki pilihan selain ikut campur untuk menghentikan konflik,” ujar Kharrazi.

Negosiasi Berujung Eskalasi

Serangan udara terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, menandai eskalasi baru dalam konflik Kawasan.

Serangan tersebut terjadi setelah tiga putaran perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung di Muscat dan Jenewa. Kedua pihak juga sempat merencanakan pembicaraan teknis di Wina.

Serangan tersebut menyebabkan syahidnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yang kemudian memicu respons militer dari Iran.

Serangan Balasan Iran

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Kawasan.

Perkembangan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran terhadap potensi konflik regional yang lebih luas.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *