Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Aroma Konspirasi dan Pengkhianatan di Yaman Selatan

POROS PERLAWANAN — Perkembangan militer di Yaman selatan pada 12 Desember menunjukkan indikasi kuat adanya konspirasi regional. Pergerakan pasukan dan penyerahan wilayah yang berlangsung tanpa perlawanan dari unsur administratif maupun Militer yang berafiliasi dengan Arab Saudi mengisyaratkan koordinasi tersembunyi antara Riyadh dan Uni Emirat Arab (UEA), melampaui narasi resmi yang beredar.

Secara formal, langkah tersebut tampak sebagai upaya Dewan Transisi Selatan, yang berafiliasi dengan UEA untuk memperluas pengaruh dan menyatukan wilayah selatan. Namun, penyerahan cepat unit-unit Militer di Aden, Hadramaut, dan Al-Mahra, serta sikap pasif Pemerintah-pemerintah Provinsi, menunjukkan adanya kesepakatan politik dan keamanan antara aktor-aktor yang berada di bawah pengaruh Saudi dan UEA.

Wilayah selatan Yaman sendiri telah terfragmentasi selama hampir satu dekade, terbagi antara pengaruh UEA, Arab Saudi, sisa Pemerintah lama, pemimpin suku, dan Partai Islah. Meski sama-sama beroposisi terhadap Pemerintahan Yaman di utara, konflik internal antarfaksi kerap memicu instabilitas dan runtuhnya otoritas di Aden.

Perang Gaza dan konfrontasi antara Yaman utara dan Rezim Israel turut membentuk dinamika ini. Selama perang, unsur-unsur selatan menghentikan serangan terhadap wilayah utara, namun pada saat yang sama muncul laporan mengenai hubungan tersembunyi sebagian aktor selatan dengan Israel, termasuk sinyal kesiapan normalisasi.

Ansharullah, yang memimpin Pemerintahan Yaman di utara, menegaskan tidak akan mentoleransi perkembangan tersebut. Selain melakukan kontak diplomatik, pihak utara meningkatkan kesiapan militernya. Dengan sekitar satu juta personel dan keunggulan relatif dalam persenjataan, Yaman utara memiliki posisi strategis, meski konflik terbuka kembali akan membawa kehancuran besar bagi seluruh negeri dan berpotensi meluas ke Kawasan, termasuk Laut Merah dan Samudera Hindia.

Dalam konteks ini, UEA dinilai lebih mendorong eskalasi dibandingkan Arab Saudi. Abu Dhabi merasa relatif aman karena tidak berbatasan langsung dengan Yaman, meski pengalaman perang sebelumnya menunjukkan kerentanan kota-kota strategisnya terhadap serangan jarak jauh Yaman.

Peran Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel juga dinilai signifikan. Sejumlah analis menilai Washington dan Tel Aviv berupaya menerapkan “model Lebanon” di Yaman, menggabungkan tekanan militer, penggunaan proksi lokal, dan intervensi asing untuk melemahkan Ansharullah. Namun, seperti di Lebanon, pendekatan ini dinilai gagal, terlebih medan geografis Yaman utara dan dukungan rakyat justru memperkuat posisi Perlawanan.

Setiap perang baru melawan Yaman diperkirakan akan membuka eskalasi regional yang lebih luas dan menarik Poros Perlawanan lainnya, sebagaimana terjadi pasca-agresi terhadap Gaza. Di selatan sendiri, Dewan Transisi Selatan dinilai tidak memiliki kapasitas militer maupun legitimasi sosial untuk menghadapi Ansharullah, sementara penolakan masyarakat dan suku-suku selatan terhadap konflik baru semakin nyata.

Arab Saudi, di sisi lain, masih menunjukkan sikap ambigu. Riyadh menangguhkan dialog Muscat, melakukan serangan terbatas, namun tetap mencoba menahan eskalasi melalui jalur diplomatik, mencerminkan keraguan terhadap efektivitas opsi militer dan proksi daratnya.

Menariknya, sebelum eskalasi terbaru, UEA dan Arab Saudi dilaporkan telah membagi sumber daya Yaman selatan secara semi-resmi, di mana pelabuhan dan pesisir dikuasai UEA, sementara sumber daya minyak berada di tangan Saudi. Dalam proses ini, kekuatan-kekuatan lokal yang sebelumnya berada di bawah pengaruh Riyadh tersingkir, sementara kekuatan Dewan Transisi Selatan sendiri diperkirakan hanya setara lima brigade Militer.

Keseluruhan perkembangan ini memperkuat persepsi bahwa apa yang terjadi di Yaman selatan bukan hanya dinamika internal, melainkan bagian dari konspirasi geopolitik yang berisiko menyeret Kawasan ke dalam konflik baru yang jauh lebih luas dan berbahaya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *