Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

AS Bombardir Lebih dari 70 Markas yang Dikaitkan dengan ISIS di Suriah

POROS PERLAWANAN — Pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di Suriah timur dengan menargetkan lebih dari 70 lokasi yang dikaitkan dengan kelompok ISIS. Serangan ini menandai kelanjutan kehadiran dan operasi militer AS di negara tersebut.

Menurut Kantor Berita Mehr pada Sabtu 20 Desember, Fox News melaporkan bahwa pesawat tempur Amerika telah melakukan puluhan serangan udara terhadap posisi yang diklaim sebagai basis ISIS sejak pagi hari di berbagai wilayah Suriah.

Sementara itu, televisi Al-Ikhbariya Suriah, mengutip sumber-sumber lokal, melaporkan bahwa pesawat tempur koalisi internasional menggempur sejumlah kawasan, termasuk Badiya Ma’dan di perdesaan Raqqa, Badiya al-Hammad di perdesaan Deir Ezzor, serta wilayah perbukitan Jabal al-Amur. Serangan tersebut disebut menargetkan gudang senjata dan markas operasional ISIS.

Sumber lokal juga melaporkan serangan berkelanjutan di wilayah gurun Deir Ezzor, dengan ledakan keras terdengar di kota-kota dan desa sekitarnya. Selain itu, aktivitas intensif jet tempur dan drone pengintai Amerika terpantau di atas gurun Homs, mengindikasikan meluasnya operasi hingga ke wilayah pedalaman Suriah.

Menteri Perang AS, Pete Hegseth mengumumkan dimulainya Operasi Hawkeye di Suriah pada Sabtu. Ia menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk “balas dendam” atas serangan terbaru di Palmyra. Dalam pernyataannya, Hegsett menegaskan, “Ini bukan awal perang, melainkan deklarasi balas dendam. Amerika, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, tidak akan ragu membela rakyatnya.”

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataan resminya mengonfirmasi dimulainya “operasi skala besar terhadap infrastruktur dan pusat-pusat persenjataan ISIS di Suriah”. CENTCOM menyebut lebih dari 100 bom dan rudal berpemandu digunakan dalam serangan terfokus dan meluas tersebut.

CENTCOM juga menyatakan bahwa jet tempur Angkatan Udara Yordania turut terlibat dalam operasi ini. Selain pesawat tempur, Amerika Serikat mengerahkan helikopter serang dan unit artileri berat dalam serangan gabungan yang bertujuan melemahkan kemampuan militer dan logistik ISIS.

Namun, para analis regional menilai bahwa intensifikasi serangan AS di wilayah gurun Suriah, bersamaan dengan pergerakan mencurigakan kelompok ISIS, kembali memunculkan pertanyaan mengenai tujuan sebenarnya Washington di Suriah timur. Hal ini semakin relevan mengingat Pemerintah Damaskus secara konsisten menyebut kehadiran Militer AS di Suriah sebagai tindakan ilegal dan bentuk pendudukan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *